Sekaran Hills Dibuka di Loano Purworejo, Wisata Alam dari Gotong Royong Warga

Penulis: Vino Bastian  •  Jumat, 11 September 2026 | 19:48:01 WIB
Pengunjung menikmati panorama perbukitan dan persawahan dari gazebo di kawasan Sekaran Hills, Loano, Purworejo.

JAWA TENGAH — Sekaran Hills memanfaatkan kawasan perbukitan dan hamparan persawahan di Loano Timur. Dari sejumlah gazebo yang sudah berdiri, pengunjung bisa menikmati panorama pegunungan dan sawah yang membentang. Pembangunan awal kawasan ini berlangsung sekitar dua bulan terakhir, dikerjakan bergotong royong oleh warga Desa Sedayu.

Kehadirannya diperkenalkan dalam rangkaian Gebyar Wisata Loano, Bazar UMKM dan Launching Sekaran Hills. Pembukaan kegiatan dilakukan Camat Loano Vivin Suryandari Feriyani, didampingi unsur Muspika, Pemerintah Desa Sedayu, dan lintas sektor.

Konsep Wisata yang Dikelola Warga

Inisiator Sekaran Hills, Sugeng Pamuji, menyebut gagasan ini berawal dari kegelisahan melihat kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat Desa Sedayu. Kawasan yang punya pemandangan alam menarik itu kemudian dikembangkan dengan konsep berbeda dari destinasi yang sepenuhnya bergantung pada investor.

"Kalau tempat wisata lain ada investor datang, kemudian membangun lokasi dan masyarakat hanya sebagai penonton atau pekerja. Kalau di sini konsepnya saya balik. Mayoritas pemilik saham nantinya adalah masyarakat," ujar Sugeng.

Warga yang punya modal dapat berpartisipasi lewat kepemilikan saham. Sementara warga tanpa uang bisa berkontribusi melalui bahan seperti kayu dan bambu maupun tenaga, dengan nilai kontribusi yang dikonversikan menjadi bagian kepemilikan. Sekitar 50 orang diharapkan terlibat langsung dalam pengelolaan dan berbagai aktivitas di kawasan ini.

Rangkaian Acara Gebyar Wisata Loano

Kegiatan tiga hari itu dipelopori Bagelen Institute, sebuah lembaga di Purworejo yang mendorong pengembangan pariwisata Loano Timur. Ketua panitia sekaligus Kepala MA Riyadlul Muta'allimin, Efrida Noviyanto, menyebut acara ini jadi momentum memperkenalkan potensi wisata alam Loano Timur ke masyarakat lebih luas.

  • Bazar UMKM dengan sekitar 50 stan dari pelaku usaha Desa Sedayu, pedagang Pasar Menoreh, UMKM se-Kecamatan Loano, hingga pelaku usaha dari Purworejo dan Kutoarjo
  • Sarasehan wisata yang dijadwalkan menghadirkan perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian ATR
  • Soft launching dan grand launching Sekaran Hills
  • Lomba mewarnai, pertunjukan seni, senam bersama, dan pementasan kuda lumping

Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) direncanakan mengikuti kegiatan secara daring. "Intinya ingin mengembangkan wisata di wilayah Loano Timur, khususnya Kecamatan Loano bagian timur. Dengan adanya kegiatan ini dan juga peresmian Sekaran Hills, diharapkan nanti bisa mengembangkan pariwisata di wilayah Purworejo, khususnya Loano Timur," kata Efrida.

Rencana Pengembangan Bertahap

Pengembangan Sekaran Hills direncanakan berjalan bertahap. Tahap awal meliputi gazebo, lalu dikembangkan dengan view deck, spot foto, tempat kuliner, kegiatan outbound, dan berbagai program edukasi.

Tahap berikutnya mencakup glamping dan waterpark, dengan luasan kawasan yang secara bertahap dapat berkembang hingga sekitar satu hektare. Pengelola menegaskan karakter alami kawasan persawahan tetap dipertahankan.

Sejumlah program disiapkan untuk menggabungkan wisata, edukasi, pertanian, teknologi, dan UMKM. Salah satunya Bootcamp Culinary, yang memberi ruang bagi masyarakat mengembangkan ide kuliner hingga menjadi usaha dan berpeluang jadi tenant di kawasan wisata. Ada pula program Gerakan Nasional Sejuta Wirausaha (GNSW) yang diarahkan melatih masyarakat desa-desa di Kecamatan Loano di bidang teknologi internet.

Tips Berkunjung

Lokasi Sekaran Hills berada di Dusun Krajan, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kawasan ini berada di jalur Loano Timur dan bisa dijangkau dari pusat Kota Purworejo maupun Kutoarjo.

Karena pembangunan masih berjalan bertahap, fasilitas seperti view deck, tempat kuliner, dan waterpark belum semuanya tersedia. Traveler yang ingin datang sebaiknya memastikan dulu status operasional, jam buka, dan tarif masuk terkini melalui Pemerintah Desa Sedayu atau dinas pariwisata setempat.

Untuk pengalaman terbaik, datang pada pagi atau sore hari saat cahaya lebih nyaman untuk menikmati panorama pegunungan dan persawahan dari gazebo. Bawa alas duduk, air minum, dan alas kaki yang nyaman karena medan berupa perbukitan.

Durasi kunjungan satu hingga dua jam cukup untuk menikmati panorama dan berfoto. Jika ingin sekaligus mencicipi produk UMKM Loano, padukan kunjungan dengan bazar atau acara desa yang rutin digelar di Lapangan Menoreh.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: purworejo24.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top