JAWA TENGAH — Kenaikan harga XForce HEV jadi Rp460 juta OTR Jabodetabek ini terbilang cepat mengingat modelnya baru meluncur di Indonesia. Mitsubishi belum merinci alasan resmi kenaikan tersebut, tapi posisinya sebagai hybrid pertama yang diproduksi lokal membuat XForce HEV punya bobot strategis tersendiri bagi Mitsubishi Motors di pasar Indonesia.
Berikut rincian harga terbaru, spesifikasi mesin, dan beda kelengkapan antara varian standar dan Premium Package.
Angka Rp460 juta berlaku untuk OTR Jabodetabek. Sebagai pembanding, harga perdananya saat meluncur adalah Rp445 juta — selisih Rp15 juta dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Perbedaan utama antara keduanya terletak pada kelengkapan fitur, bukan pada sistem hybrid yang digunakan. Artinya, konsumen yang memilih varian standar tetap mendapat jantung penggerak yang sama dengan versi Premium.
XForce HEV mengandalkan mesin bensin 1.590 cc berkode 4A92 dengan siklus Atkinson, DOHC 16-Valve, dan teknologi MIVEC empat silinder segaris. Dari sisi angka, mesin bensinnya memproduksi 107 PS dan torsi 134 Nm.
Tenaga tambahan datang dari motor listrik yang menghasilkan 116 PS dan torsi 255 Nm. Keduanya bekerja bersama baterai lithium-ion berkapasitas 1,1 kWh. Kombinasi ini memungkinkan mobil berjalan murni dengan tenaga listrik, mesin bensin, atau campuran keduanya tergantung kondisi.
Menarik dicatat: torsi motor listriknya (255 Nm) nyaris dua kali lipat torsi mesin bensinnya. Untuk karakter stop-and-go perkotaan, ini biasanya jadi keunggulan tersendiri — akselerasi awal terasa lebih responsif tanpa harus menggenjot putaran mesin.
Mitsubishi membekali XForce HEV dengan tujuh pilihan mode berkendara. Ini bukan sekadar fitur tempelan — mode-mode tersebut mengubah karakter distribusi tenaga antara mesin dan motor listrik.
Kombinasi mode EV dan Charge Mode cukup relevan untuk pemakaian dalam kota. EV Mode berguna di area berkepadatan tinggi atau kawasan yang membatasi emisi, sementara Charge Mode membantu menjaga cadangan daya baterai tanpa harus mengisi dari sumber eksternal.
Dari sisi eksterior, XForce HEV standar masih membawa identitas khusus yang membedakannya dari versi mesin bensin. Pelek 18 inci berdesain khusus, emblem HEV, dan detail grille jadi penandanya. Bagian belakang memakai lampu clear smoke yang memberi kesan lebih modern.
Masuk ke kabin, head unit Smartphone-link Display Audio 12,3 inci jadi pusat hiburan dan konektivitas. Dual-Zone Automatic AC dengan NanoeX dan Frameless Panoramic Roof juga tersedia di varian standar.
Sementara itu, beberapa fitur yang hanya ada lewat Premium Package meliputi:
Kenaikan harga Rp15 juta dalam waktu singkat membuat XForce HEV perlu dipertimbangkan lebih cermat, terutama bagi yang membandingkannya dengan SUV hybrid atau SUV bensin di rentang Rp400-500 jutaan. Calon pembeli sebaiknya memastikan apakah kenaikan ini diikuti penambahan fitur atau murni penyesuaian harga.
Poin lain: beberapa fitur yang lazim dianggap standar di kelas harga ini — kamera 360 derajat dan TPMS — baru tersedia lewat Premium Package. Artinya, konsumen yang menginginkan fitur tersebut harus menyiapkan anggaran lebih dari Rp460 juta.
Untuk konsumsi BBM real-world dan pengalaman berkendara sehari-hari, diperlukan pengujian langsung. Klaim efisiensi hybrid perlu dibuktikan dengan angka aktual di kondisi lalu lintas Indonesia, bukan hanya dari spesifikasi di atas kertas.