Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Semarang, Jawa Tengah, dilanda cuaca berawan tebal pada Kamis, sementara sejumlah kota lain di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas bervariasi. Prakirawan BMKG Yuyun menyampaikan peringatan itu dalam video perkiraan cuaca yang dipantau melalui kanal YouTube BMKG di Jakarta, Kamis pagi.
SEMARANG — Warga Kota Semarang yang berencana beraktivitas di luar ruangan Kamis ini tidak perlu menyiapkan payung. BMKG memprakirakan langit Semarang tertutup awan tebal sepanjang hari, tanpa potensi hujan signifikan.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Yogyakarta dan Surabaya. Tiga kota di Jawa ini masuk kategori berawan tebal dalam laporan cuaca harian BMKG.
Wilayah barat Indonesia menjadi zona paling aktif. Hujan petir diprakirakan terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, sedangkan hujan sedang berpotensi mengguyur Serang, Banten.
Untuk hujan ringan, BMKG mencatat delapan kota yang perlu diwaspadai warganya:
BMKG tidak merinci penyebab spesifik kondisi berawan tebal di Semarang dalam laporan tersebut. Namun pola ini konsisten dengan dinamika atmosfer wilayah pesisir utara Jawa pada periode peralihan musim.
Banda Aceh, Tanjung Pinang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya tercatat dalam kategori berawan tebal. Tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk kawasan ini.
Meski tanpa potensi hujan, warga Semarang tetap disarankan memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Perubahan kondisi atmosfer bisa terjadi dalam hitungan jam.
"Hujan ringan berpotensi terjadi di Medan (Sumatera Utara), Pekanbaru (Riau), Padang (Sumatera Barat), Jambi, Bengkulu, Palembang (Sumatera Selatan), Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Jakarta dan Bandung (Jawa Barat)," ujar Yuyun.
Prakiraan ini berlaku untuk Kamis dan dapat berubah sesuai perkembangan dinamika atmosfer terkini. Warga yang hendak bepergian ke luar kota disarankan mengecek kondisi cuaca daerah tujuan.