JAWA TENGAH — Senin (10/8/2026) menjadi hari yang sibuk sekaligus menyenangkan di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus Kelompok 146 turun tangan mendampingi jalannya Posyandu yang tidak hanya fokus pada balita, tetapi juga merangkul lansia, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui).
Kehadiran para mahasiswa ini bukan sekadar formalitas. Mereka aktif membantu para kader sejak persiapan, mulai dari menata lokasi, menyiapkan alat penimbangan, hingga formulir pencatatan. Tujuannya jelas: meringankan tugas kader dan memastikan setiap ibu mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal untuk buah hati dan keluarganya.
Inilah momen yang paling dinantikan para orang tua. Di pos pelayanan terjadi proses penimbangan balita yang didampingi langsung oleh mahasiswa. Mereka dengan telaten mencatat data pertumbuhan si kecil di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
Tak hanya itu, para mahasiswa juga meluangkan waktu untuk memberikan penjelasan sederhana kepada ibu-ibu tentang pola asuh dan tumbuh kembang anak. Suasana hangat pun tercipta, membuat para ibu lebih leluasa bertanya tentang keluhan kesehatan anaknya.
Sementara itu, di area Posyandu lansia, pendampingan difokuskan pada pemeriksaan tekanan darah dan penimbangan berat badan. Mahasiswa menyampaikan edukasi singkat tentang pola hidup sehat dan pentingnya rutin memeriksakan kondisi tubuh di usia senja.
Perhatian khusus juga diberikan kepada bumil dan busui. Mahasiswa membantu pencatatan data kehamilan dan mendampingi sesi konseling gizi. Informasi mengenai kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan dan menyusui disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Momen pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu rangkaian yang paling dinantikan. Mahasiswa ikut memastikan proses distribusi berjalan tertib dan merata. Mereka juga menyisipkan percakapan santai dan tanya jawab ringan di sela-sela pembagian.
Ice breaking sederhana yang mereka lakukan ternyata ampuh mencairkan suasana. Para peserta, baik ibu-ibu muda maupun lansia, terlihat lebih nyaman untuk berbagi pengalaman seputar kesehatan dan pengasuhan.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu yang membawa balita, bumil, busui, hingga lansia tampak senang mendapatkan pendampingan langsung. Mereka aktif bertanya dan mengapresiasi bantuan yang diberikan, membuat suasana Posyandu terasa lebih hidup dan akrab.
Kegiatan pendampingan yang mencakup pelayanan balita, lansia, bumil, busui, serta pembagian MBG ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 146 berharap dapat terus memberikan manfaat edukatif dan praktis bagi warga Desa Sokokulon.
Lebih dari itu, kehadiran mereka adalah bentuk dukungan nyata untuk upaya menjaga kesehatan keluarga secara menyeluruh, dari generasi paling muda hingga paling senior. Ini menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah investasi keluarga yang tak ternilai.