JAWA TENGAH — Perjalanan wisata ke kawasan pesisir Banten dan Lampung kini perlu mempertimbangkan kondisi Gunung Anak Krakatau yang tengah menunjukkan peningkatan aktivitas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia mencatat erupsi beruntun terjadi sejak Jumat (4/9/2026) pagi hingga Sabtu dini hari, disertai fenomena lava fountain atau semburan lava air mancur yang terlihat jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran.
Erupsi pertama Jumat pagi terekam pukul 04.28 WIB dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 31 detik. Aktivitas kembali meningkat pada pukul 05.46 WIB, kali ini kolom abu hitam tebal teramati membumbung sekitar 300 meter di atas puncak—atau lebih kurang 457 meter di atas permukaan laut—dengan arah hembusan ke barat dan barat laut.
Memasuki Jumat malam, intensitas letusan meningkat signifikan. Sejak pukul 23.07 WIB, semburan lava merah menyala terpantau terus-menerus tanpa henti. Suara dentuman dan gemuruh terdengar jelas hingga ke PGA Pasauran yang berjarak puluhan kilometer dari puncak.
Erupsi terbaru tercatat pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB. Dalam laporan resmi Magma Indonesia disebutkan tinggi kolom erupsi tidak teramati karena masih berlangsung saat laporan dibuat.
Dengan status Level III Siaga, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati gunung dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Zona bahaya ini mencakup area laut di sekitar Selat Sunda yang kerap menjadi lintasan kapal wisata menuju Pulau Anak Krakatau.
Bagi traveler yang berencana menyusuri pesisir Anyer, Carita, atau Kalianda, penting untuk memantau informasi resmi dari Magma Indonesia dan PVMBG sebelum berangkat. Aktivitas pelayaran di sekitar kawasan rawan dapat sewaktu-waktu dihentikan jika erupsi membesar.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Selat Sunda untuk tetap tenang namun waspada, serta menjauhi area pesisir yang berpotensi terdampak awan panas, lava, atau material vulkanik lainnya. Wisatawan yang berada di kawasan pesisir Banten dan Lampung disarankan memakai masker jika abu vulkanik mulai turun.
Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi Magma Indonesia atau akun media sosial resmi PVMBG sebelum menentukan waktu kunjungan.