Pemkab Jepara Salurkan Bantuan Rp 2,49 Miliar ke 830 Mahasiswa Lewat Kartu Sarjana, Ini Rincian Jalurnya

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 01 September 2026 | 23:02:01 WIB
Pemkab Jepara menyalurkan bantuan pendidikan Rp 2,49 miliar kepada 830 mahasiswa melalui program Kartu Sarjana tahun 2026.

JEPARA — Sebanyak 830 mahasiswa asal Jepara resmi menerima bantuan pendidikan melalui program Kartu Sarjana Jepara tahun 2026. Setiap mahasiswa mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,5 juta per orang per semester dengan total dana yang digelontorkan mencapai Rp 2,49 miliar.

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi warga Jepara. Para penerima tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, mulai dari jalur prestasi, prasejahtera, hingga tahfiz.

Rincian Penerima dan Sumber Anggaran Kartu Sarjana

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menjelaskan program ini berasal dari dua sumber pendanaan. Anggaran utama bersumber dari APBD Kabupaten Jepara sebesar Rp 1,641 miliar, ditambah dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) senilai Rp 849 juta.

Dari total penerima, 547 mahasiswa mendapat bantuan melalui jalur prestasi. Sebanyak 235 mahasiswa lainnya masuk kategori prasejahtera, dan 48 mahasiswa memperoleh bantuan melalui jalur tahfiz.

UNISNU Jepara Jadi Kampus Penerima Terbanyak

Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara tercatat sebagai kampus dengan penerima Kartu Sarjana terbanyak. Dari 830 mahasiswa yang menerima bantuan, sebanyak 267 di antaranya merupakan mahasiswa UNISNU Jepara.

Para penerima bantuan tersebar di berbagai perguruan tinggi. Jalur tahfiz mencakup mahasiswa di 19 PTN/PTS, jalur prestasi di 55 PTN/PTS, sedangkan jalur prasejahtera tersebar di 29 PTN/PTS.

Bantuan Dinilai Meringankan Beban UKT Mahasiswa

Sejumlah penerima mengaku program ini sangat membantu meringankan biaya kuliah mereka. Vanesya Isabel (19), mahasiswi semester 3 jurusan Teknik Sipil UNISNU Jepara, mendapat bantuan melalui jalur prestasi nonakademik cabang olahraga bola tangan.

“Beasiswa prestasi nonakademik. Olahraga bola tangan juara 2 tingkat provinsi pada tahun 2025 dan 2026,” tuturnya. Ia menyebut bantuan ini cukup membantu menopang kebutuhan uang kuliahnya setiap semester.

Hal serupa disampaikan Fadhilatul Muthmainnah (21) yang menerima bantuan melalui jalur tahfiz. Dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 5 juta, Kartu Sarjana dinilai meringankan beban orang tuanya.

“Semester 3 ini, jalur tahfiz. UKT hampir Rp 5 juta. Bisa meringankan dan membantu orang tua juga,” sebutnya.

Bupati Witiarso Utomo menekankan dukungan terhadap pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jepara. Program ini diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi meski memiliki keterbatasan finansial.

“Ini menjadi salah satu upaya Pemkab Jepara untuk memprioritaskan bagi pelajar Jepara yang ingin meneruskan pendidikan untuk kuliah yang terbatas pada keuangan,” ucapnya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top