Makanan dan Mood: Kenapa Ibu Gampang Uring-uringan Saat Lapar?

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 01 September 2026 | 19:55:31 WIB
Ibu tengah menggendong anak sambil memperhatikan jam dinding, menggambarkan kondisi lapar yang memicu emosi.

JAWA TENGAH — Hampir semua ibu pasti pernah mengalaminya: si kecil rewel, pekerjaan rumah menumpuk, lalu perut mulai berbunyi. Seketika itu juga kesabaran menipis dan nada bicara meninggi. Fenomena ini sering disebut hangry — perpaduan hungry dan angry — dan ternyata bukan sekadar perasaan.

Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa kondisi ini adalah respons alami tubuh. Tubuh kita mengirim sinyal jelas saat butuh asupan energi, dan ketika sinyal itu diabaikan, emosi ikut terganggu.

Kenapa Lapar Bikin Gampang Marah?

Saat kita menahan lapar, tubuh berada dalam kondisi stres. Kadar gula darah turun, hormon stres naik, dan dampaknya langsung terasa pada suasana hati. Bukan karena kita pemarah, tapi karena tubuh sedang meminta bahan bakar.

"Kalau misalnya lapar, ya pasti uring-uringan. Karena sebenarnya tubuh kita kasih sinyal mau makan, tapi kita malah nahan-nahan untuk enggak makan. Atau malah makan cuma sedikit, ya pasti uring-uringan," jelas dr. Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (13/8/2026).

Jadi, ketika kamu merasa mudah tersinggung padahal belum makan siang, itu bukan drama. Itu biologis tubuh yang sedang protes.

Makanan yang Kita Pilih Juga Pengaruhi Mood

Bukan cuma soal lapar, jenis makanan yang masuk ke tubuh ikut menentukan bagaimana perasaan kita sepanjang hari. Istilah good food, good mood bukan mitos belaka — makanan berkualitas membuat tubuh bekerja optimal dan suasana hati tetap stabil.

"Iya benar. Sebenarnya, 'good food sama dengan good mood' ada benarnya. Jadi kalau misalnya kamu makannya bagus, ya itu mood-nya pasti oke," ujar dr. Yaze.

Sebaliknya, makanan tinggi garam atau natrium bisa langsung berefek buruk. "Kalau misalnya kita makan yang tinggi natrium, kan sudah pasti tensi akan naik. Enggak good dong untuk tubuhnya," tambahnya. Tubuh yang tidak nyaman tentu membuat emosi ikut tidak stabil.

Porsi yang Tepat, Kunci Mood dan Kesehatan

Lalu, bagaimana solusinya? Kuncinya bukan pada diet ketat atau menahan lapar demi berat badan ideal. Justru sebaliknya — tubuh perlu diisi dengan porsi yang pas sesuai kebutuhan masing-masing orang.

"Jadi sebenarnya, dengan porsi yang sesuai dan dengan kalori yang memang juga sudah kita hitung, sesuai juga sama kebutuhan tubuh kita," pungkas dr. Yaze.

Mulai sekarang, coba perhatikan pola makankamu. Jangan biarkan perut kosong terlalu lama saat mengurus si kecil. Jika perlu, siapkan camilan sehat agar energi dan kesabaran tetap terjaga sepanjang hari. Tubuh yang tercukupi gizinya akan membuat suasana rumah jauh lebih tenang — dan kamu pun bisa menjalani peran sebagai ibu dengan lebih bahagia.

Reporter: Usman Harun
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top