SEMARANG — Proyek pengeboran panas bumi (geothermal) Gedongsongo di Kabupaten Semarang memasuki tahap akhir persiapan. DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah pusat memperkuat sosialisasi agar pelaksanaan proyek energi terbarukan ini tidak memicu gejolak di tengah masyarakat.
Ketua Komisi D DPRD Jateng Nur Saadah menegaskan, pengembangan geothermal sejalan dengan kebutuhan energi terbarukan. Namun kondisi sosial warga di sekitar lokasi harus menjadi pertimbangan utama sebelum pengeboran dimulai.
"Saya harapkan dalam rangka pengembangan energi terbarukan, pihak ESDM tidak menimbulkan gejolak berlebihan. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat di lokasi kegiatan perlu diberikan edukasi. Sehingga nantinya bisa diberikan sebuah pemahaman yang dimengerti bersama," kata Nur Saadah usai audiensi dengan jajaran Dinas ESDM Jateng, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima DPRD Jateng, proyek geothermal Gedongsongo telah melewati studi geofisika dan geothermal. Saat ini sudah terbentuk perusahaan konsorsium bernama PT Kwarsa Hexsagon untuk kegiatan teknis.
Dalam rancangan Detail Engineering Design (DED), PT PLN diproyeksikan mendapat penugasan untuk mengelola potensi panas bumi dari kawasan Gedongsongo. Kebutuhan investasi akan dipenuhi melalui pola kemitraan bisnis.
"Lokasi geothermal ini sudah ditetapkan WKP sejak 2017. Untuk PLN yang dapat penugasan," jelas Nur Saadah.
Nur Saadah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh rumor yang berkembang. Menurutnya, kekhawatiran warga sebaiknya disalurkan melalui jalur resmi agar mendapat penjelasan utuh dari pemerintah.
Sebagai tindak lanjut, Komisi D DPRD Jateng akan mengunjungi Kementerian ESDM pada 8 September 2026. Mereka akan meminta penjelasan rinci mengenai tahapan proyek sekaligus menyampaikan aspirasi warga yang berkembang.
"Kita kunjungan ke Kementerian ESDM tanggal 8 September untuk mengetahui respon mereka. Termasuk kita perlu tahu apakah prosesnya membahayakan atau tidak. Karena dulunya kan sempat mau dilakukan tapi terus dihentikan. Maka kita lakukan warning. Apabila masyarakat merasa terancam, kami bisa lakukan perlindungan," paparnya.
Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto meminta warga tidak khawatir dengan rencana pengembangan geothermal Gedongsongo. Ia menilai protes dan masukan yang muncul justru menjadi pengingat agar seluruh tahapan proyek dikerjakan lebih hati-hati.
Perhatian khusus, kata Agus, diberikan terhadap kawasan cagar budaya di sekitar lokasi. Proses pengeboran nantinya tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan dan warisan budaya.