50 Kasus Stunting di Desa Jirapan Sragen Jadi Perhatian, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Ibu Hamil dengan Pangan Lokal

Penulis: Vino Bastian  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:18:31 WIB
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan penyuluhan gizi seimbang berbasis pangan lokal kepada ibu hamil di Desa Jirapan, Sragen, Senin (3/8/2026).

SRAGEN — Puluhan ibu hamil di Desa Jirapan mendapat penyuluhan langsung tentang pemenuhan gizi seimbang memanfaatkan bahan pangan lokal, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini diinisiasi mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) yang tengah bertugas di desa tersebut.

Program yang diberi nama "Cukup Gizi, Lokal Bergizi, Stunting Pergi" ini menyasar ibu hamil sebagai kelompok prioritas. Langkah ini diambil menyusul data dari bidan desa yang menunjukkan angka stunting di Desa Jirapan bergerak fluktuatif sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Angka Stunting di Desa Jirapan Masih Fluktuatif

Data yang dihimpun mahasiswa KKN dari bidan desa setempat mencatat kasus stunting di Desa Jirapan mencapai 35 kasus pada Januari 2026. Angka tersebut naik menjadi 43 kasus di Februari dan memuncak pada 50 kasus di Maret.

Memasuki April, kasus tercatat 49 kasus, lalu turun ke 35 kasus pada Mei. Namun angka itu kembali meningkat menjadi 48 kasus pada Juni 2026.

Kondisi inilah yang mendorong tim KKN turun tangan memberikan edukasi preventif, terutama kepada ibu hamil yang dinilai sebagai garda terdepan pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Mengapa Pencegahan Stunting Dimulai dari Ibu Hamil?

Hanifah Salma Addinar, anggota tim KKN sekaligus mahasiswa Kesehatan Masyarakat yang menginisiasi program, menegaskan bahwa intervensi paling efektif justru dilakukan sebelum anak lahir. Menurutnya, perbaikan gizi pada ibu hamil akan menentukan tumbuh kembang janin hingga dua tahun pertama kehidupan.

"Melihat data tersebut, kami merasa penting untuk turun langsung memberikan edukasi kepada ibu hamil, karena pencegahan stunting yang paling efektif justru dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah anak lahir," ujar Hanifah.

Singkong Hingga Daun Kelor: Konsep Isi Piringku Ala Desa

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep "Isi Piringku" yang disesuaikan dengan ketersediaan pangan di sekitar Desa Jirapan. Singkong dan ubi jalar diperkenalkan sebagai alternatif sumber karbohidrat pengganti nasi.

Untuk kebutuhan protein, tim KKN mengenalkan ikan teri, tahu, dan tempe yang mudah dijangkau warga. Adapun sayuran seperti daun kelor dan bayam disebut mengandung zat besi serta asam folat yang dibutuhkan selama masa kehamilan.

Pemanfaatan bahan pangan lokal ini menjadi pesan penting program. Mahasiswa mendorong warga agar tidak selalu bergantung pada bahan pangan mahal atau sulit diperoleh untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Poster Edukasi dan Konsultasi Langsung untuk Ibu Hamil

Agar materi mudah diingat, mahasiswa KKN menyiapkan poster visual berisi panduan gizi harian bagi ibu hamil. Poster tersebut dirancang untuk ditempel di posyandu dan balai desa, sekaligus praktis dibawa pulang sebagai pengingat dalam memilih makanan sehari-hari.

Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Para peserta diberi kesempatan berdiskusi dan berkonsultasi langsung mengenai pola makan, kebutuhan gizi, hingga keluhan yang dialami selama masa kehamilan.

Pendekatan interaktif ini diharapkan membuat edukasi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar informasi seremonial.

Dukungan untuk Target SDGs dan Rembug Stunting

Program ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Desa Rembug Stunting yang digelar pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program kerja multidisiplin yang mengusung fokus Peningkatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa.

Secara lebih luas, edukasi ini mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui optimalisasi pangan lokal, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan mendorong pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan ini, mahasiswa KKN Undip berharap kesadaran masyarakat Desa Jirapan terhadap pentingnya gizi seimbang semakin kuat, dan angka stunting dapat ditekan secara bertahap.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top