JAKARTA — Sebanyak 60 sesi pertemuan bisnis yang melibatkan 38 pelaku usaha berhasil digelar dalam rangkaian CJIBF 2026. Dari pertemuan tersebut, terkumpul 37 LoI dengan total nilai rencana investasi menembus Rp 19,6 triliun.
Capaian ini melanjutkan hasil CJIBF pada Mei 2026 yang mencatat 82 sesi pertemuan dengan partisipasi 24 pelaku usaha. Agenda sebelumnya menghasilkan 40 LoI dengan total rencana investasi sekitar Rp 16,91 triliun.
Dalam forum tahunan tersebut, sebanyak 26 proyek investasi dengan status clean and clear ditawarkan kepada calon investor. Empat di antaranya merupakan proyek pemenang Investment Challenge (IC) 2026.
Sektor yang ditawarkan beragam, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, manufaktur, pertanian dan hilirisasi pangan, logistik, kesehatan, pariwisata, hingga pengembangan kawasan industri. Keberagaman ini menunjukkan potensi investasi Jawa Tengah tidak hanya bertumpu pada sektor manufaktur, tetapi juga membuka peluang besar di sektor jasa dan tersier, terutama pariwisata.
Penyelenggaraan CJIBF 2026 berlangsung di tengah fundamental perekonomian Jawa Tengah yang positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,71 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Pulau Jawa yang mencapai 5,65 persen dan nasional 5,29 persen.
Realisasi penanaman modal pada semester I 2026 mencapai Rp 59,94 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 25,92 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 22,62 triliun, serta investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebesar Rp 11,40 triliun. Realisasi tersebut tersebar dalam 55.989 proyek dan menyerap 213.217 tenaga kerja.
Sementara itu, inflasi Jawa Tengah pada Juli 2026 tercatat 2,60 persen (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2,5±1 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 8,84 persen (yoy), seiring berlanjutnya pembangunan kawasan industri dan berbagai proyek strategis.
Komitmen percepatan realisasi investasi turut diperkuat melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan. PT Hyrecmas Garam Nusantara mencatatkan investasi Rp 681,84 miliar untuk industri produksi garam di KEK Kendal.
PT Hailex Technology Indonesia berkomitmen menanamkan modal Rp 175 miliar di sektor industri sepatu olahraga di Kota Tegal. Sementara itu, PT Cipta Kreasi Wisata mengucurkan investasi senilai Rp 200 miliar untuk pengembangan perhotelan, mal, sport center, gym, dan agrowisata di Kabupaten Wonosobo.
CJIBF 2026 merupakan bagian dari Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Jawa Tengah (KERIS JATENG), wadah koordinasi antara Pemprov Jawa Tengah dan Bank Indonesia untuk mengintegrasikan potensi serta keunggulan daerah. Forum yang mengusung tema "Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness" ini mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, calon investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, pengelola kawasan industri, hingga mitra strategis lainnya.
Sekitar 400 undangan hadir dalam kegiatan tersebut, berasal dari kementerian/lembaga, pemerintah kabupaten/kota, kedutaan besar, asosiasi usaha, perbankan, pengelola kawasan industri, serta investor dalam dan luar negeri.