SEMARANG — Keterbatasan media promosi selama ini menjadi keluhan umum para pelaku UMKM di Desa Gebugan, Kabupaten Semarang. Informasi produk kerap hanya berputar di lingkup warga sekitar melalui obrolan langsung atau pesan singkat, sehingga jangkauan konsumen sangat terbatas. Menjawab persoalan itu, mahasiswa KKN-T UNDIP menghadirkan sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk mempromosikan potensi desa dan usaha masyarakat.
Pola pemasaran konvensional yang bertumpu pada komunikasi dari mulut ke mulut dinilai kurang efektif di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Calon pembeli dari luar desa sulit memperoleh informasi lengkap mengenai produk yang ditawarkan. Website ini hadir sebagai solusi agar potensi ekonomi warga bisa terlihat oleh khalayak yang lebih luas, bukan hanya terbatas pada lingkungan sekitar.
Vern Dharmawan, mahasiswa yang menginisiasi program tersebut, menyebut platform ini dirancang untuk menjadi media informasi terstruktur. Pengunjung dapat mengenal profil desa sekaligus menjelajahi berbagai usaha warga beserta produk atau jasa yang mereka tawarkan.
Setiap UMKM di Desa Gebugan mendapatkan ruang khusus untuk menampilkan usahanya secara lebih informatif. Data yang dimuat mencakup nama usaha, deskripsi singkat, kategori, hingga foto produk dan tempat usaha. Kelengkapan informasi ini diharapkan mampu membangun kepercayaan calon konsumen yang berasal dari luar wilayah.
Proses pengembangan website dilakukan secara bertahap dan terukur. Dimulai dari observasi lapangan untuk memetakan kebutuhan informasi, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dan koordinasi intensif bersama perangkat desa serta para pelaku usaha setempat. Hasilnya, tampilan platform dibuat sederhana dan mudah digunakan.
Konsep antarmuka yang ringan dipilih dengan pertimbangan agar tidak hanya mudah diakses warga, tetapi juga mudah dikelola oleh pemerintah desa. Perangkat desa diharapkan mampu memperbarui konten secara mandiri tanpa memerlukan keahlian teknis yang rumit.
“Dengan adanya platform digital yang terpusat, informasi mengenai desa dan potensi ekonomi masyarakat dapat lebih mudah ditemukan dan diakses,” ujar Vern dalam keterangannya, Senin lalu.
Menurutnya, langkah ini menjadi titik awal yang penting. Produk yang selama ini hanya dikenal tetangga sekitar, kini punya peluang untuk diperkenalkan ke pasar yang lebih luas melalui media digital. Keberadaan website juga dinilai mampu memperkuat citra Desa Gebugan di mata publik.
Pembuatan platform hanyalah tahap awal. Tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi pengelolaan ke depan. Pembaruan data profil desa, agenda kegiatan, dan informasi UMKM harus dilakukan secara berkala agar konten yang tersaji tetap relevan dan tidak basi.
Melalui program KKN-T ini, UNDIP berupaya menghadirkan solusi teknologi yang praktis dan sesuai kebutuhan riil masyarakat. Kehadiran website Desa Gebugan diharapkan menjadi katalis bagi desa untuk semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warganya.