KEBUMEN — Perwakilan Malaysia Tourism, Datuk Hadi Bachtiar bin Amnan, menilai potensi wisata alam, budaya, kuliner, dan keramahan masyarakat Kebumen layak dipasarkan sebagai alternatif destinasi bagi wisatawan Negeri Jiran. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pertukaran wisatawan dan promosi budaya lintas negara.
Momentum tersebut menjadi penanda perluasan jejaring pariwisata Kebumen ke pasar internasional. Selain promosi, kolaborasi ini juga membuka ruang investasi dan kemitraan antarpelaku industri pariwisata kedua negara.
Ketua Umum IWAKK Walet Emas, Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, mendorong serius pengembangan kawasan Benteng Van der Wijck di Gombong sebagai destinasi heritage. Menurutnya, kawasan ini punya nilai sejarah tinggi yang bisa membedakan Kebumen dari daerah tujuan wisata lain.
Gagasan itu bisa diperkuat lewat jejaring internasional, termasuk menggandeng pihak-pihak yang memiliki keterkaitan sejarah dengan kawasan tersebut di Leiden, Belanda. Rumah-rumah bekas perwira kolonial juga dinilai potensial dikembangkan menjadi homestay tanpa menghilangkan nilai historisnya.
Ibnu Darmawan menyebut warga Kebumen di perantauan berkomitmen mendorong pembangunan daerah asal. Salah satu gagasan yang tengah digodok adalah pembentukan koperasi di Jakarta untuk menyerap dan memasarkan produk UMKM Kebumen ke kota-kota besar.
Pasar yang dibidik mencakup Bandung, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Banten. Penguatan ekonomi masyarakat dinilai harus berjalan seiring dengan pengembangan destinasi wisata agar dampaknya dirasakan langsung pelaku usaha lokal.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengajak para tamu tidak sekadar datang lalu meninggalkan Kebumen. Ia menegaskan daerahnya memiliki kekayaan destinasi yang tersebar hampir di seluruh wilayah sehingga butuh waktu untuk menjelajahinya.
"Kebumen itu luas, pariwisatanya juga banyak. Nikmati dulu pariwisatanya, kulinernya, dan keramahan masyarakatnya," kata Lilis.
Kabupaten Kebumen memiliki 26 kecamatan dan 460 desa yang menyimpan karakter serta daya tarik wisata berbeda. Mulai dari wisata tubing, kawasan perbukitan, hingga destinasi gua menjadi bagian dari potensi yang bisa dikembangkan.
Bupati berharap Kebumen Travel Mart tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang pertemuan berbagai pelaku usaha untuk membangun kerja sama konkret. Pertemuan antara pengelola destinasi, travel agent, hotel, komunitas, investor, hingga UMKM dinilai penting menciptakan paket wisata dan peluang bisnis baru.
Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda, investor dalam dan luar negeri, pelaku UMKM, serta agen perjalanan dari Jakarta, Bandung, hingga Banjarmasin ini ditutup dengan ramah tamah dan diskusi informal. Para pelaku industri pariwisata memanfaatkan momen tersebut untuk bertukar gagasan dan membangun jaringan.