Dinas Pertanian Kendal Latih 5.596 Petani Cengkeh Kendalikan Hama Pakai Bahan Alami, Ini Keunggulannya

Penulis: Xander Situmorang  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:01:01 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal melatih 5.596 petani cengkeh untuk mengendalikan hama menggunakan bahan alami.

KENDAL — Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal tengah mendorong petani cengkeh di wilayahnya untuk meninggalkan ketergantungan pada bahan kimia. Melalui pelatihan teknis, para petani dibekali cara meracik sendiri pestisida alami dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar kebun.

Kepala Bidang Perkebunan DPP Kendal, Gunadi, mengungkapkan pelatihan ini menyasar peningkatan kemampuan petani dalam mengenali gejala serangan hama sekaligus mempraktikkan pembuatan agen pengendali hayati (APH). Materi yang diberikan mencakup teknik budi daya hingga praktik pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) organik dan Jadam Sulfur.

Mengapa Petani Cengkeh Perlu Beralih ke Agens Hayati?

Gunadi menjelaskan, penggunaan jamur baik seperti Trichoderma sp dan Beauveria bassiana menjadi alternatif yang perlu terus disosialisasikan. Sebab, bahan-bahan tersebut bisa dikembangbiakkan sendiri oleh petani menggunakan sumber daya lokal tanpa harus membeli pestisida mahal.

“Pemberantasan hama penyakit secara alamiah ini memiliki keunggulan karena dapat menjaga keseimbangan alam,” ujar Gunadi, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, metode alami memang membutuhkan waktu lebih lama untuk menunjukkan hasil dibandingkan pestisida kimia. Namun, dampaknya jauh lebih aman bagi ekosistem kebun.

“Apa yang diaplikasikan untuk tanaman cengkeh tidak memiliki efek negatif untuk manusia, tumbuhan dan hewan, terutama musuh alami hama penyakit yang ada pada tanaman cengkeh,” tegasnya.

Potensi Serangan Hama Mengintai Lahan 583 Hektare

Perhatian serius terhadap pengendalian hama ini tidak lepas dari luasnya area perkebunan cengkeh di Kabupaten Kendal. Data tahun 2025 mencatat, luas areal tanaman cengkeh mencapai 583,60 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.

Dari luasan tersebut, produktivitas cengkeh tercatat mencapai 622,80 kilogram per hektare. Total produksi mencapai 252.090,41 kilogram atau sekitar 252 ton bunga cengkeh kering.

Serangan organisme pengganggu tumbuhan dinilai mampu menurunkan produksi dan produktivitas tanaman secara signifikan. Karena itu, pengetahuan tentang metode pengendalian ramah lingkungan menjadi bekal penting bagi petani.

Target Pelatihan: Praktik Nyata di Lapangan

Gunadi berharap pelatihan ini tidak berhenti pada pemahaman teori di ruang kelas. Para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam praktik budi daya sehari-hari di kebun masing-masing.

“Kami berharap para petani yang mengikuti pelatihan POPT cengkeh ini memiliki bekal yang baik dan referensi yang lengkap terkait pengendalian organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman cengkeh, sehingga budidaya cengkeh ke depan semakin bagus,” tuturnya.

Dengan bekal pengetahuan yang lebih lengkap mengenai pengendalian OPT—mulai dari serangan jamur, hama, hingga penyakit tanaman—para petani diharapkan mampu mengelola kebun secara lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan hasil panen.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top