JAWA TENGAH — Perseteruan hukum Blake Lively dan Justin Baldoni memasuki babak baru. Majelis hakim memutuskan Baldoni dan perusahaannya, Wayfarer Studios, hanya wajib membayar ganti rugi biaya hukum kepada Lively sebesar US$407.451,75, setara lebih dari Rp7,2 miliar.
Angka itu jauh dari permintaan awal Lively yang mencapai US$8 juta atau sekitar Rp142 miliar. Bintang Gossip Girl tersebut hanya memperoleh lima persen dari total tuntutan biaya perkara yang diajukan.
Hakim Lewis J. Liman secara eksplisit menyebut permintaan Lively sebesar US$8 juta sebagai "tuntutan yang sangat tidak masuk akal." Putusan ini mengabulkan biaya pengacara sebesar US$363.245 dan biaya tambahan US$44.206,35 untuk Lively.
Tim kuasa hukum Baldoni yang dipimpin Bryan Freedman langsung menyambut putusan ini sebagai kemenangan signifikan. Freedman menegaskan keputusan hakim mengirimkan pesan tegas bahwa ruang sidang bukan tempat memanfaatkan hukum demi keuntungan pribadi.
"Putusan hari ini sudah sangat jelas maknanya. Hakim Liman secara nyata mempertimbangkan tuntutan sebesar lebih dari US$8 juta yang dinilai 'keterlaluan dan tidak masuk akal' itu, dan dalam penolakannya, hakim hanya mengabulkan 5 persen dari jumlah yang diminta," ujar Freedman dalam pernyataan resminya.
Perselisihan ini berakar dari proses produksi film It Ends With Us yang dibintangi keduanya. Pada Juli 2026, Lively mengajukan rincian biaya pengacara sebesar US$7.495.526,87 plus biaya litigasi US$539.514,01 yang menurutnya harus ditanggung Baldoni dan Wayfarer Studios.
Tim hukum Baldoni menilai permintaan tersebut "berlebihan" dan "sama sekali bukan pengajuan biaya hukum yang lazim." Mereka kemudian mengajukan gugatan balasan senilai US$400 juta yang akhirnya ditolak pengadilan.
Meski hanya menerima sebagian kecil dari tuntutannya, pihak Lively menegaskan keputusan ini tetap bermakna besar. Pengacara Lively, Esra Hudson dan Michael Gottlieb, menyebut putusan tersebut sebagai peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya pengadilan memberikan sanksi biaya berdasarkan undang-undang California atas gugatan balasan yang dianggap tidak berdasar.
"Justin Baldoni dan pihak Wayfarer kalah dalam gugatan balasan senilai US$400 juta yang tidak berdasar; dua pengadilan berbeda menyatakan bahwa gugatan tersebut dirancang untuk membungkam kritik publik serta membungkam Blake Lively dan pihak-pihak lainnya," kata kedua pengacara tersebut.
"Seperti yang telah kami sampaikan sejak awal, kasus Blake Lively sama sekali bukan soal uang, melainkan soal pertanggungjawaban," tambah mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Blake Lively maupun Justin Baldoni mengenai langkah hukum selanjutnya pasca putusan biaya perkara ini.