REMBANG — Kesuksesan membawa kuliner khas di ajang tingkat provinsi menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten Rembang untuk menembus pasar yang lebih luas. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung terhadap dua makanan tradisional tersebut melampaui target awal.
“Dalam kurun waktu tiga hari penyelenggaraan, hampir 400 porsi Lontong Tuyuhan habis terjual dan lebih dari 1.000 tusuk Sate Serepeh disabu pengunjung. Ini membuktikan tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap kuliner khas Rembang,” ujar Isti, Rabu (26/8/2026).
Lontong Tuyuhan dan Sate Serepeh bukan sekadar makanan biasa. Keduanya telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Rembang, sebuah pengakuan yang memperkuat nilai historis dan cita rasa yang dimiliki.
Lontong Tuyuhan, yang berasal dari Kecamatan Tuyuhan, menawarkan cita rasa gurih dari kuah santan yang disajikan dengan lontong dan suwiran ayam kampung. Sementara itu, Sate Serepeh menghadirkan sensasi berbeda dengan tekstur daging yang kenyal dan bumbu kacang yang khas, menjadikannya salah satu ikon kuliner yang paling dicari.
Keberhasilan di festival tersebut menjadi titik tolak bagi Dinbudpar untuk menyusun strategi promosi yang lebih agresif. Isti menegaskan komitmen instansinya untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai ajang promosi kepariwisataan, tidak hanya di sektor kuliner tetapi juga ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah lainnya.
“Kami membidik ruang promosi yang lebih luas, mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga ke ranah mancanegara,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, kolaborasi berkelanjutan menjadi kata kunci. Dinbudpar Rembang menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan mitra pendukung serta para pelaku subsektor ekonomi kreatif binaan di wilayah Rembang.
Langkah ini dinilai penting agar industri pariwisata daerah semakin maju dan dikenal luas. Dengan dukungan semua pihak, kuliner khas Rembang diharapkan mampu bersaing di kancah internasional dan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.