Gunung Ungaran Berpotensi Hasilkan 55 MW Panas Bumi, Pengeboran Eksplorasi Ditargetkan 2028

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:15:31 WIB
Kepala Bidang EBT Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, memaparkan proses perizinan pengelolaan panas bumi Gunung Ungaran dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

SEMARANG — Potensi energi panas bumi di Gunung Ungaran yang mencapai 55 megawatt (MW) tidak serta-merta bisa langsung dieksploitasi. Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, menegaskan bahwa terbitnya Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 baru merupakan tahapan awal dari rangkaian panjang birokrasi.

“Perizinan yang sudah dimiliki tidak serta-merta bisa langsung melakukan kegiatan,” kata Dwi dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

Izin yang Masih Harus Ditempuh

Melalui keputusan tersebut, Kementerian ESDM mendelegasikan pengelolaan WKP kepada PT PLN (Persero). Namun, perusahaan pelat merah itu masih wajib memenuhi sejumlah dokumen penting sebelum alat bor menyentuh tanah.

  • Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
  • Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH)
  • Izin lingkungan berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)

Public Hearing: Warga Bisa Beri Masukan

Proses perizinan ini membuka ruang partisipasi publik. Dalam penyusunan Amdal, pemerintah dan PLN akan menggelar public hearing yang mengundang pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Public hearing mengundang pihak terkait, seperti stakeholder, masyarakat, LSM untuk memberi saran dan masukan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Kedalaman Bor Mencapai 2.200 Meter

Wilayah kerja panas bumi Gunung Ungaran membentang seluas 29.800 hektare. Namun, potensi 55 MW yang dihitung tersebut masih harus dibuktikan melalui pemboran eksplorasi dengan kedalaman mencapai 1.900 hingga 2.200 meter.

Dwi menekankan, titik pengeboran tidak ditentukan asal-asalan. Lokasi akan mengacu pada hasil penelitian dan pemetaan potensi panas bumi yang telah dilakukan sebelumnya oleh pemerintah.

Investasi 300 Juta Dolar AS dan Target Operasi 2031

Jika cadangan terbukti memadai, pembangunan infrastruktur pembangkit akan segera dilakukan. Proyek dengan nilai investasi sekitar 300 juta dolar AS ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) pada 2031.

Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke sistem jaringan Jawa, Madura, dan Bali. Keberhasilan proyek ini diperkirakan menyumbang sekitar 4-5 persen terhadap total bauran energi baru terbarukan (EBT) Jawa Tengah yang saat ini telah mencapai 22,3 persen—melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2025 sebesar 21,32 persen.

Potensi Panas Bumi Lain di Jateng

Gunung Ungaran bukan satu-satunya wilayah dengan cadangan panas bumi di Jawa Tengah. Dieng telah mengoperasikan pembangkit berkapasitas 70 MW, dengan pengembangan fase kedua sebesar 55 MW yang masih berproses. Sementara itu, wilayah lain seperti Umbul Telomoyo sudah masuk tahap sosialisasi, sedangkan Baturraden dan Guci masih belum ada kegiatan lanjutan.

“Di Jenawi belum ada kegiatan lagi, di Umbul Telomoyo sudah ada sosialisasi-sosialisasi, Baturraden masih off, di Guci juga masih off,” kata Dwi.

Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah memperbesar porsi energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Keterlibatan masyarakat sejak tahap awal menjadi faktor penting agar proyek ini tidak hanya mengejar target energi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan warga di sekitar kawasan.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top