5 Tuntutan Mahasiswa Semarang Raya di Tugu Muda: Tolak Kenaikan UKT hingga Desak Pemkot Responsif

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:14:31 WIB
Mahasiswa Aliansi BEM Semarang Raya menyampaikan orasi di kawasan Tugu Muda, Semarang, Rabu (26/8/2026).

SEMARANG — Aliansi BEM Semarang Raya (BEM SERA) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026) sore. Massa aksi yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi itu memilih lokasi tersebut karena memiliki nilai historis kuat sebagai simbol perjuangan pemuda dalam Pertempuran Lima Hari pada Oktober 1945.

Pantauan di lokasi, para mahasiswa yang mengenakan jaket almamater masing-masing menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka datang dari Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Unika Soegijapranata, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan Universitas Semarang (USM).

Lima Tuntutan yang Dibawa Massa Aksi

Perwakilan mahasiswa, Rangga dan Fadil dari Undip serta Hasan dari Unnes, membacakan sejumlah tuntutan dalam keterangan persnya. Poin-poin tersebut dinilai masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini dan akan terus dikawal oleh BEM SERA.

  • Menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan menuntut transparansi penggunaan dana pendidikan.
  • Mendesak pemerintah daerah menurunkan harga bahan pokok yang dinilai memberatkan masyarakat.
  • Meminta Pemkot Semarang serius menangani persoalan banjir dan kemacetan yang belum tuntas.
  • Menuntut penegakan hukum yang adil terhadap kasus-kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan.
  • Mendesak Pemprov Jawa Tengah merespons aspirasi mahasiswa dengan kebijakan konkret, bukan sekadar janji.

Sempat Dihadang Aparat Saat Bergerak ke Lokasi

Dalam keterangannya, massa aksi mengaku sempat mendapat penghadangan aparat kepolisian ketika berusaha bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan. Meski demikian, jalannya aksi di Tugu Muda dilaporkan berlangsung aman dan kondusif hingga selesai.

Sebelumnya, mahasiswa telah menyampaikan aspirasi serupa di depan gedung DPRD dan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Namun, respons yang diberikan dinilai belum sesuai dengan harapan para demonstran.

Mengapa Tugu Muda Dipilih?

Pemilihan Tugu Muda sebagai titik kumpul bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan saksi bisu Pertempuran Lima Hari pada Oktober 1945, di mana pemuda dan masyarakat Semarang bertempur melawan tentara Jepang. Bagi mahasiswa, berdemo di tempat bersejarah ini menjadi simbol bahwa perjuangan melawan ketidakadilan masih relevan hingga kini.

BEM SERA menegaskan akan terus mengawal kelima tuntutan tersebut hingga mendapat kepastian tindak lanjut dari pemerintah. Aksi serupa tidak menutup kemungkinan akan kembali digelar jika aspirasi mahasiswa kembali diabaikan.

Reporter: Usman Harun
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top