JAWA TENGAH — Kepastian tersebut lahir dari interaksi langsung kepala negara dengan masyarakat. Prabowo mengonfirmasi laporan Bupati Nagekeo mengenai dampak positif program andalan pemerintah ini terhadap warga setempat.
“Saya dapat laporan dari Bapak Bupati bahwa rakyat Kabupaten Nagekeo itu merasakan manfaat dari MBG, apa benar?” tanya Prabowo kepada warga yang berkumpul. Pertanyaan itu dijawab serentak dengan pernyataan bahwa program tersebut memang bermanfaat.
Prabowo kemudian menggali lebih jauh aspirasi warga dengan bertanya apakah MBG perlu diteruskan. Jawaban warga bulat: program dilanjutkan.
“Saya kira itu kita lanjutkan supaya anak-anak kita sehat, supaya ibu-ibu hamil kita sehat dan mereka yang lanjut usia aman di saat-saat mereka menikmati usia lanjut mereka,” kata Prabowo dalam pernyataannya.
Persoalan MBG menjadi salah satu poin yang disorot presiden di sela-sela pemaparan perkembangan penanganan bencana dan rencana pemulihan di Nagekeo. Hal ini menegaskan bahwa program gizi nasional tetap menjadi prioritas meski wilayah tersebut tengah dalam masa tanggap darurat.
Kehadiran program MBG dinilai penting untuk menjaga status gizi kelompok rentan, terutama anak sekolah, ibu hamil, dan lanjut usia. Kelompok-kelompok ini kerap menjadi yang paling terdampak saat terjadi gangguan pascabencana.
Kepastian kelanjutan program ini diharapkan memberi kepastian bagi para penerima manfaat di Nagekeo. Pemerintah daerah pun kini dapat menyusun rencana pendampingan distribusi MBG yang selaras dengan proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah.