BNNP Jateng dan Gubernur Ahmad Luthfi Perkuat Sinergi P4GN, Fokus Cegah Narkoba dari Anak dan Keluarga

Penulis: Xander Situmorang  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:38:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Agus Rohmat dalam pertemuan penguatan sinergi P4GN di Semarang.

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya mendukung penuh program pencegahan narkotika yang digagas BNNP Jawa Tengah. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, yang juga dihadiri Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo serta jajaran pejabat utama BNNP setempat.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah dan BNN dalam menekan peredaran gelap narkoba yang kian membutuhkan penanganan terpadu. Ahmad Luthfi menyebut dampak narkotika tidak hanya menyentuh persoalan hukum, tetapi juga kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan keluarga.

Pencegahan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Menurut Ahmad Luthfi, upaya pencegahan harus dimulai dari unit terkecil di masyarakat. Peran keluarga dan lingkungan pendidikan menjadi garda terdepan yang perlu diperkuat agar generasi muda tidak terpapar bahaya narkotika.

"Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan generasi muda. Pemerintah daerah bersama BNN dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir memberikan edukasi serta menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba," ujar Ahmad Luthfi dalam keterangan yang diterima di Semarang.

Pemerintah provinsi, lanjut dia, akan terus mendorong keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam mendukung program pencegahan, pemberdayaan masyarakat, hingga rehabilitasi.

Ananda Bersinar Jadi Andalan Edukasi Anak

BNNP Jawa Tengah menempatkan program Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA) Bersinar sebagai instrumen utama pencegahan sejak dini. Program ini menyasar anak dan generasi muda sebagai agen perubahan untuk membangun ketahanan terhadap ancaman narkoba.

Brigjen Agus Rohmat menjelaskan, persoalan narkotika tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Pencegahan harus diperkuat dari hulu dengan membangun ketahanan di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, hingga masyarakat.

"Permasalahan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. BNN tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi sangat penting untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat," kata Agus Rohmat.

Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci

Kepala Bakesbangpol Jawa Tengah Harso Susilo menambahkan, penguatan koordinasi menjadi syarat mutlak agar program P4GN berjalan efektif. Sinergi antara pemerintah, BNN, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya harus terus dibangun secara berkelanjutan.

"Kami berharap sinergi ini semakin diperkuat melalui berbagai program bersama, mulai dari edukasi dan sosialisasi, penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat, deteksi dini, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Kita ingin memastikan pencegahan dimulai sejak dini, dari anak-anak dan lingkungan terdekat mereka," pungkas Brigjen Agus Rohmat.

Selain menyasar masyarakat umum, penguatan sinergi juga diarahkan ke lingkungan internal pemerintahan. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan dalam menyampaikan pesan pencegahan narkotika kepada publik.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top