JAWA TENGAH — Spekulasi masa depan Alejandro Balde di Barcelona semakin memanas jelang penutupan bursa transfer musim panas. Manchester United disebut-sebut menjadi klub yang paling serius memantau perkembangannya, terutama setelah upaya mendatangkan Lewis Hall dari Newcastle United tidak kunjung membuahkan hasil.
Menurut laporan ESPN, The Red Devils telah memburu Hall sejak awal musim, namun negosiasi dengan Newcastle menemui jalan buntu. Situasi ini kemudian mengalihkan fokus mereka ke Balde, yang mendapati posisinya di tim utama Barcelona mulai tergeser.
Kepercayaan pelatih Hansi Flick kepada Balde mulai berkurang. Indikasinya terlihat jelas saat laga perdana La Liga, di mana Barcelona menghantam Elche 5-0. Nama Balde tidak masuk dalam skuad, sebuah sinyal kuat bahwa ia bukan bagian dari rencana utama musim ini.
Flick bahkan secara khusus meminta Balde untuk menenangkan pikirannya di tengah gempuran rumor transfer yang kian deras. Persaingan di pos bek kiri pun kian ketat, dengan kehadiran Joao Cancelo yang dipinjam dari Al Hilal sejak pertengahan musim lalu dan munculnya nama Xavi Espart sebagai opsi lain.
Jika Barcelona memberi lampu hijau dan Balde tertarik berkarier di Old Trafford, MU kabarnya tak berniat mengeluarkan dana besar di musim panas ini. Klub asal Manchester itu lebih memilih skema pinjaman dengan opsi pembelian permanen di akhir musim.
Langkah ini dinilai pragmatis mengingat Barcelona mematok harga jual antara 30 sampai 40 juta euro untuk pemain berusia 21 tahun tersebut. Dengan skema pinjaman, MU bisa mengevaluasi performa dan kebugaran Balde terlebih dahulu sebelum memutuskan pembelian permanen.
Kedatangan bek kiri baru menjadi prioritas bagi MU karena kekhawatiran terhadap kondisi fisik Luke Shaw. Manajemen klub menilai pemain berusia 31 tahun itu tidak mampu tampil dalam tiga pertandingan dalam waktu sepekan, sebuah risiko besar di tengah padatnya jadwal musim ini.
Musim lalu, Shaw nyaris tak tergantikan sebagai starter di setiap laga Liga Inggris. Namun, catatan cedera yang panjang membuat MU tak mau bergantung penuh padanya, terutama karena tim akan berlaga di empat kompetisi berbeda pada musim ini.
Kebutuhan akan rotasi di posisi bek kiri menjadi alasan utama MU bergerak cepat. Balde, dengan usia muda dan potensi yang dimilikinya, dinilai sebagai investasi jangka panjang yang ideal untuk mengisi pos tersebut.