MUNGKID — Delapan balon udara berhasil diterbangkan dalam Festival Semarak Gemilang di Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Minggu (23/8/2026) pagi. Tujuh di antaranya berasal dari Wonosobo dan satu balon lokal dari Magelang, tetapi keramaian pengunjung tidak sesuai ekspektasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan balon-balon tersebut sudah mulai mengudara sejak pukul 07.00 WIB. Cuaca cerah dan hembusan angin yang stabil disebut menjadi faktor pendukung utama penerbangan kali ini.
Sahid Khoirul Anam (24), ketua tim dari Kretek, Wonosobo, mengaku timnya sudah bersiap sejak pukul 05.00 WIB. Menurut dia, kondisi angin di Magelang hampir sama dengan di Wonosobo sehingga proses penerbangan berjalan lancar.
"Penerbangan di Magelang ini cuaca cukup bagus. Anginnya mendukung, hampir sama di Wonosobo," ujar Sahid di Lapangan Drh Soepardi, Minggu (23/8/2026).
Ia menambahkan, "Semua dari Wonosobo. Satu dari Magelang (balon ada tulisan semarak gemilang). Ada delapan yang tujuh dari Wonosobo, satu dari Magelang."
Metode penerbangan tahun ini pun mengalami perubahan. Jika biasanya para penerbang memakai tungku, kini mereka beralih ke gas elpiji yang dinilai lebih praktis dan efisien.
"Biasanya pakai tungku. Pakai tungku lebih lama, kedua lebih ribet bawanya. Satu gas bisa menerbangkan tiga (kali)," jelas Sahid.
Hapsari (23), warga Bumirejo, Mungkid, mengaku baru pertama kali menyaksikan festival balon udara secara langsung. Meski mengapresiasi jalannya acara, ia menyayangkan minimnya pengunjung yang hadir.
"Baru pertama melihat. Event ini nggak berdesak-desakan (menontonnya). Cuman sepi nggak meriah," kata Hapsari.
Ia menduga sepinya penonton disebabkan bentrok dengan berbagai acara Agustusan yang digelar di kampung-kampung secara bersamaan.
Ketua Panitia Semarak Gemilang, Kristiawan Agus Jatmiko, mengakui jumlah penonton di hari terakhir festival berada di luar prediksi. Ia membandingkan dengan dua hari sebelumnya yang justru ramai dikunjungi masyarakat.
"Karena kita lihat dari Jumat, Sabtu, animo masyarakat banyak sekali. Mungkin bagi mereka yang sudah ke sini Jumat, Sabtu, hari ini tidak ke sini lagi," ungkap Kristiawan.
Ia menambahkan, "Iya nggak begitu ramai. Kayaknya ramai di (ulang tahun Kota Mungkid) lebih banyak. Yang ini animo masyarakat kurang. Nanti buat evaluasi kami ke depannya."