KKN-T Undip Ajak Warga Pedurungan Tengah Semarang Olah TOGA Jadi Wedang Uwuh dan Jahe Bubuk, Ini Manfaatnya

Penulis: Usman Harun  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:27:31 WIB
Warga mengikuti pelatihan pengolahan tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi wedang uwuh dan jahe bubuk di Kelompok Tani Mulyo, Pedurungan Tengah, Semarang, Minggu (2/8/2026).

SEMARANG — Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya berfungsi mempercantik pekarangan, tetapi juga bisa diolah menjadi minuman herbal bernilai jual. Hal ini yang coba dikenalkan KKN-T Tim 106 Universitas Diponegoro (Undip) kepada warga Pedurungan Tengah melalui pelatihan pengolahan wedang uwuh dan jahe bubuk.

Kegiatan berlangsung di area Kelompok Tani Mulyo, Kelurahan Pedurungan Tengah, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Program ini merupakan kolaborasi antara tim mahasiswa KKN Undip, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, dan Pemerintah Kelurahan setempat.

Galon Bekas Jadi Media Tanam TOGA

Inovasi sederhana turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Warga diajak memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam untuk berbagai jenis tanaman obat.

Bibit tanaman seperti kunyit, jahe, sereh, dan daun salam disalurkan oleh Dinas Pertanian Kota Semarang. Tanaman-tanaman ini dinilai mudah dibudidayakan di lingkungan rumah sekaligus memiliki beragam manfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketua Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T Tim 106 Undip, Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., menegaskan kegiatan ini dirancang untuk mendorong kemandirian warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah.

“Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menanam dan memanfaatkannya secara mandiri. Dengan media sederhana seperti galon bekas, masyarakat dapat mulai membangun lingkungan yang lebih hijau sekaligus produktif,” ujarnya.

Dari Rempah Dapur Jadi Minuman Kesehatan

Peserta tidak hanya belajar menanam, tetapi juga mendapat edukasi mengolah hasil panen. Wedang uwuh, minuman herbal khas yang terbuat dari jahe, kayu secang, daun pala, dan cengkeh, menjadi salah satu produk yang dipraktikkan.

Selain wedang uwuh, warga juga dikenalkan dengan pembuatan jahe bubuk. Proses pengeringan dan penghalusan jahe dinilai mampu menghasilkan produk yang lebih praktis disimpan dan dikonsumsi sebagai minuman harian.

Perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Aryo Aji Asmoro, S.A.B., berharap kolaborasi ini memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pemanfaatan TOGA, penggunaan kembali galon sebagai media tanam, serta pengolahan hasilnya menjadi produk herbal merupakan langkah sederhana yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Dukung Ketahanan Kesehatan dan Lingkungan Perkotaan

Program ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dari aspek kesehatan, pemanfaatan TOGA sebagai minuman herbal meningkatkan pengetahuan warga dalam mendukung kesehatan keluarga.

Sementara itu, penggunaan galon bekas sebagai pot turut mendukung SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan. Penghijauan di lingkungan padat penduduk bisa dilakukan dengan cara sederhana tanpa memerlukan lahan luas.

Ketua RT 02 RW 08 sekaligus Ketua Kelompok Tani Mulyo, Rejo Mulyono, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut.

“Terima kasih banyak kepada dosen dan tim mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, pihak PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, dan juga Dinas Pertanian Kota Semarang. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top