IPSI Batang Turunkan 6 Atlet Silat di PUPOC 5 untuk Uji Tanding Jelang Porprov Jateng

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:52:31 WIB
Enam atlet silat IPSI Batang turun di PUPOC 5 untuk uji tanding persiapan Porprov Jateng.

BATANG — Sebanyak 392 pesilat dari 31 kontingen se-Karesidenan Pekalongan memadati GOR Abirawa, Kabupaten Batang, sejak Jumat (21/8). Namun di balik kemeriahan perebutan medali, turnamen ini memiliki makna berbeda bagi tuan rumah.

IPSI Kabupaten Batang tidak sekadar mengejar gelar juara. Enam atlet yang diturunkan merupakan bagian dari skuad Porprov Jateng yang tengah diuji ketahanan mental dan tekniknya di atas gelanggang.

Evaluasi Latihan dalam Situasi Kompetitif

Ketua Harian IPSI Kabupaten Batang, Tarjo, menegaskan bahwa PUPOC 5 menjadi tolok ukur sejauh mana hasil latihan atlet Porprov dapat diterapkan saat menghadapi tekanan lawan.

“Atlet Batang, khususnya yang tim Porprov, ikut bertanding di sini karena ini juga sebagai ajang evaluasi dan uji tanding untuk mengukur kemampuan mereka,” ujar Tarjo di sela-sela kejuaraan, Sabtu (22/8).

Mengapa Hanya Enam dari Sembilan Atlet yang Diturunkan?

Keputusan tidak menurunkan seluruh skuad Porprov merupakan bagian dari strategi pembinaan. Dari total sembilan atlet yang disiapkan, IPSI Batang memilih enam nama untuk berlaga di PUPOC 5.

“Dari sembilan atlet memang tidak dikirim semua. Kita hanya kirim enam atlet dan harapannya saya kira bisa gold emas semua di sini,” kata Tarjo.

Langkah ini diambil agar setiap penampilan atlet bisa dipantau secara individual. Dengan begitu, evaluasi yang dihasilkan lebih mendalam dibanding sekadar melihat hasil akhir pertandingan.

Gelanggang Uji Coba Menuju Porprov

PUPOC 5 yang diselenggarakan mahasiswa Pendidikan Jasmani UMPP bersama IPSI Kabupaten Batang ini menghadirkan lawan-lawan dari berbagai daerah di Karesidenan Pekalongan. Variasi gaya bertanding dari masing-masing kontingen menjadi simulasi yang mendekati kondisi nyata Porprov.

Bagi para atlet, turnamen ini menjadi kesempatan untuk mengukur kecepatan reaksi dan ketepatan taktik di luar sesi latihan rutin. Adapun bagi pelatih, hasil pertandingan menjadi bahan perbaikan menjelang kompetisi tingkat provinsi yang lebih ketat.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top