Kretek dan Perjalanan Ekonomi Kudus, PPRK dan Historia.ID Dorong Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:51:02 WIB
Audiensi PPRK dan Historia.ID di Pendapa Kudus membahas langkah penetapan kretek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

KUDUS — Aroma cengkih dan tembakau yang mengepul dari batang-batang kretek telah lama menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Kudus. Lebih dari sekadar produk industri, kretek disebut telah menggerakkan roda perekonomian kota sejak jauh sebelum masa kemerdekaan.

Upaya untuk mengabadikan warisan ini pun kembali mengemuka. Dalam audiensi yang digelar di Pringgitan Pendapa Kudus pada Jumat (21/8/2026), PPRK bersama Historia.ID membahas langkah konkret untuk menetapkan kretek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Kretek: Tulang Punggung Ekonomi Sejak Pra-Kemerdekaan

Bupati Kudus, Samani Intakoris, menyambut baik langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa kretek bukan sekadar komoditas, melainkan fondasi ekonomi yang menghidupi banyak keluarga di Kudus.

“Kretek ini sudah menjadi penggerak ekonomi Kudus bahkan sejak sebelum masa kemerdekaan. Ini bukan sekadar warisan, tapi juga tulang punggung ekonomi masyarakat Kudus yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Samani.

Pernyataan itu menempatkan kretek dalam konteks sejarah yang lebih luas. Bagi masyarakat Kudus, kretek adalah tentang perjalanan manusia dan perubahan sebuah kota, bukan hanya soal industri.

Ekosistem Ekonomi yang Menghidupi Lintas Generasi

Di balik batang kretek yang terbakar, terdapat rantai kehidupan yang panjang. Mulai dari pedagang tembakau dan cengkih, petani, buruh pabrik, perajin, hingga pengusaha, semua menggantungkan penghidupan pada denyut industri ini.

Perjalanan kretek telah meninggalkan jejak nyata pada tumbuhnya perdagangan dan berkembangnya usaha keluarga di Kudus. Ekosistem ekonomi yang terbentuk pun bertahan dari satu generasi ke generasi berikutnya, menjadikan kretek sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah sosial dan ekonomi kota.

Dari Produk Lokal Menuju Pengakuan Nasional

Lahir dari perpaduan tembakau dan cengkih, kretek telah menemani perjalanan panjang masyarakat Kudus. Kini, langkah untuk menjadikannya Warisan Budaya Takbenda Indonesia dinilai sebagai cara untuk memperkuat citra Kudus sebagai Kota Kretek di tingkat nasional.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi sinyal kuat bagi keberlanjutan upaya ini. Jika berhasil, pengakuan tersebut tidak hanya akan mengukuhkan sejarah panjang kretek, tetapi juga melindungi ekosistem ekonomi yang telah menjadi denyut nadi masyarakat Kudus selama ini.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top