SEMARANG — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah mencatat gelombang pensiun ASN yang signifikan dalam lima tahun ke depan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Jawa Tengah, Dhoni Widianto, mengungkapkan bahwa setiap tahunnya sekitar 2.000 pegawai, baik PNS maupun PPPK, memasuki masa purnatugas.
"Sebarannya ada di beberapa OPD. Ternyata setiap tahun yang pensiun itu, baik PPPK maupun PNS, ada 2.000," ujar Dhoni, Jumat (21/8/2026).
Jika tren ini berlanjut, total ASN yang pensiun hingga 2030 diproyeksikan mencapai 10.000 orang. Angka ini menjadi dasar utama dalam perencanaan kebutuhan aparatur di lingkungan Pemprov Jateng.
Di tengah ancaman kekosongan pegawai, sejumlah posisi strategis di lingkup provinsi juga belum terisi. Dhoni menyebutkan, sedikitnya ada delapan jabatan kepala dinas yang kosong pada tahun ini.
"Untuk posisi kepala dinas di tahun ini saja yang kosong ada delapan yang di area provinsi," ungkapnya. Namun, ia belum merinci organisasi perangkat daerah (OPD) mana saja yang mengalami kekosongan tersebut.
Untuk mengantisipasi berkurangnya jumlah pegawai, Pemprov Jateng telah bergerak dengan mengusulkan kebutuhan formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2026. Usulan ini disampaikan melalui surat Gubernur kepada Kementerian PANRB.
Total ada 2.076 formasi yang diajukan, dengan rincian 1.321 formasi CPNS dan 755 formasi PPPK. "Di dalam surat gubernur kepada MenPAN RB, kita mengusulkan ada 2.076 formasi yang terbagi dari 1.321 CPNS dan sementara untuk PPPK ada 755," jelas Dhoni.
Usulan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kementerian PANRB Nomor B/1553/M.SM.01.00/2026 yang terbit pada 12 Maret 2026, yang meminta instansi pemerintah untuk mengusulkan rincian kebutuhan formasi tahun anggaran 2026.
Meski usulan formasi sudah diserahkan, kepastian jadwal seleksi masih menggantung. Hingga kini, belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat mengenai waktu dan mekanisme pelaksanaan.
"Namun sampai dengan sekarang belum ada informasi lebih lanjut mengenai seleksi CASN akan dilaksanakan, kita masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat," kata Dhoni.
Di tengah kebutuhan regenerasi ini, minat masyarakat terhadap profesi ASN dinilai tetap tinggi. Profesi ini masih menjadi pilihan utama, khususnya bagi para lulusan baru.
"Pekerjaan ini masih menjadi primadona, apalagi sekarang banyak fresh graduate yang ingin masuk sebagai seorang ASN," ujarnya.
Menurut Dhoni, regenerasi aparatur harus disiapkan dengan memperhatikan keseimbangan antara jumlah pegawai, kebutuhan organisasi, dan kualitas pelayanan publik. Pengisian formasi baru menjadi langkah krusial agar roda pemerintahan dan layanan kepada masyarakat di Jawa Tengah tetap berjalan optimal.