BREBES — Proses evakuasi pria berinisial T (40) yang terjebur di sumur sedalam 10 meter berakhir dramatis di Desa Jatimakmur, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Korban yang diduga mengalami gangguan jiwa itu akhirnya berhasil diangkat ke permukaan setelah petugas berjibaku selama lebih dari satu jam, Rabu (19/8) malam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika kondisi rumah korban sedang sepi. Keluarga yang baru pulang kemudian mendapati T sudah berada di dasar sumur dan sempat berupaya membujuknya untuk naik menggunakan peralatan seadanya.
Upaya keluarga bersama warga untuk mengangkat korban menggunakan tali dan alat seadanya tidak membuahkan hasil. Korban dinilai tidak kooperatif sehingga keluarga memutuskan meminta bantuan profesional ke petugas pemadam kebakaran.
Laporan baru diterima Damkar pada pukul 22.41 WIB. Personel dari Damkar Induk Brebes dan Damkar Sektor Jatibarang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, Caridah, melalui Kapos Induk Damkar Sugiarto mengungkapkan bahwa proses evakuasi berjalan tidak mudah. Tim di lapangan tidak memiliki alat pendukung vertical rescue yang memadai untuk mengangkat korban dari lubang sedalam itu.
"Setelah menerima laporan, anggota Damkar Induk Brebes dan Sektor Jatibarang segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi," kata Sugiarto, Jumat (21/8).
"Alhamdulillah, penanganan dapat diselesaikan pada pukul 23.55 WIB," ujarnya menambahkan.
Sebanyak sembilan personel Damkar diterjunkan dalam operasi penyelamatan tersebut, yaitu Arjun, Eko, Fajar, Hanif, Saliem, Agiet, Firman, Irham, dan Tegar. Mereka dibantu oleh unsur wilayah Songgom, yakni Restu, Ali Widodo, dan Kardi.
Meski terkendala peralatan, tim berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat. Proses pengangkatan dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lokasi kejadian.
Menyikapi kejadian ini, Sugiarto mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian yang membutuhkan pertolongan kepada petugas. Pelaporan yang cepat dinilai dapat mempercepat proses penanganan dan meminimalisir risiko yang lebih besar.
"Segera laporkan kejadian yang membutuhkan pertolongan kepada petugas, sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat," pungkasnya.