3 Hal yang Dipastikan Dinkop Kota Semarang Soal Koperasi Merah Putih Sampangan: Tidak Bubar, Hanya Pasokan Dialihkan

Penulis: Xander Situmorang  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:17:01 WIB
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang memastikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Sampangan tidak bubar dan kepengurusan tetap utuh.

SEMARANG — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang angkat bicara soal nasib Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan. Dinas memastikan koperasi yang berlokasi di Kecamatan Gajahmungkur itu tidak bubar dan kepengurusan tetap utuh hingga masa jabatan berakhir.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Margaritha Mita, menegaskan bahwa yang berubah hanyalah pola pasokan komoditas. PT Agrinas akan mengambil alih penyediaan barang kebutuhan pokok yang selama ini dijual koperasi, bukan membubarkan organisasi.

Posisi Pengurus dan Pengawas Tetap Utuh

"Intinya KKMP Sampangan itu tidak bubar, hanya memang kebijakan pusat bahwa barang komoditi semuanya dialihkan oleh PT Agrinas. Tapi kepengurusan, anggota, ya tetap," kata Mita usai audiensi di Kelurahan Sampangan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Mita menjelaskan, pengurus koperasi berbeda dengan pegawai operasional. Pengurus dipilih melalui rapat anggota tahunan dan memiliki masa jabatan yang jelas. Untuk KKMP Sampangan, saat ini terdapat lima pengurus dan tiga pengawas yang masa baktinya berlangsung hingga 2030.

"Pengurus itu kan dipilih oleh anggota melalui rapat anggota tahunan atau kemarin kan muskel. Mereka harus melaksanakan tanggung jawabnya sampai masa jabatan," ujarnya.

Alasan Pasokan Dialihkan ke PT Agrinas

Keterlibatan PT Agrinas berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam penyediaan dan distribusi komoditas bersubsidi. KKMP selama ini menjadi salah satu saluran penyaluran barang subsidi dan bantuan sosial (bansos) ke masyarakat.

"KKMP ini kan akan menyalurkan barang subsidi dan bansos," kata Mita.

Pengalihan pasokan dilakukan agar ketersediaan barang kebutuhan masyarakat lebih terjamin. Selama ini, komoditas seperti beras dan MinyaKita kerap mengalami kekosongan stok di tingkat koperasi.

"Yang dikeluhkan kan seperti itu, minyaknya kosong, MinyaKita kosong, Bulog-nya berasnya kosong, padahal yang diminati oleh masyarakat itu kan barang-barang itu," jelasnya.

Stok Barang Masih Ada, Aktivitas Jual Beli Lanjut

Mita memastikan aktivitas usaha KKMP Sampangan tidak berhenti. Barang dagangan yang tersisa masih tetap dijual kepada masyarakat. Sejumlah barang sementara dipindahkan ke kantor Kelurahan Sampangan untuk memisahkan komoditas kerja sama koperasi dengan barang yang nantinya disuplai PT Agrinas.

"Ya dijual, tetap dijual, masih melakukan aktivitas usaha," tegasnya.

Pemisahan stok ini dilakukan agar komoditas dari berbagai sumber tidak tercampur. "Banyak yang barang-barangnya kan nyampur, bukan barang-barang dari Agrinas. Biar enggak tercampur," ujar Mita.

Potensi Lokal Bisa Kembangkan Unit Usaha Baru

Pengalihan pasokan komoditas utama justru membuka peluang KKMP untuk mengembangkan unit usaha lain. Koperasi tetap dapat menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dan mengangkat potensi komoditas lokal masing-masing wilayah.

"Nanti apa yang jadi potensi lokal di wilayah Kopdes atau KKMP, itu bisa dijadikan unit usaha," kata Mita.

Saat ini terdapat 177 KKMP berbadan hukum di Kota Semarang, sesuai jumlah kelurahan. Jenis usaha dominan adalah penjualan sembako karena kebutuhan pokok paling diminati anggota dan masyarakat. Dari segi fisik, baru KKMP Sampangan yang memiliki bangunan operasional sendiri, sementara sembilan lokasi lain masih dalam tahap pembangunan.

Pemkot Masih Rembuk, Belum Ada Keputusan Pembubaran

Asisten I Setda Kota Semarang, Budi Prakosa, menegaskan tidak ada keputusan pembubaran kepengurusan KKMP Sampangan. Pertemuan dengan pengurus baru sebatas pengumpulan informasi dari seluruh pihak terkait.

"Lho, enggak. Siapa sing bubarke?" kata Budi saat ditanya mengenai isu pembubaran pengurus.

Pemerintah kota akan melakukan komunikasi dan penjajakan lebih lanjut untuk menentukan langkah paling optimal. "Jadi nanti kami rembuk. Nanti kami pastikan dulu informasi ini. Karena semua harus kami komunikasikan dengan seluruh pihak dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus KKMP Sampangan, Kuncar Asrianto, menyebut gedung koperasi telah dikosongkan sejak Rabu, 19 Agustus 2026 siang. Seluruh barang yang berada di dalam gedung telah dipindahkan ke lokasi lain.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top