Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Petani dan Warga Karanganyar Tanam Pohon di Lereng Lawu, Jaga Sumber Air Kawasan Hulu

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:50 WIB
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto bersama petani dan warga menanam bibit pohon penyimpan air di aliran sungai Desa Berjo, lereng Gunung Lawu, Karanganyar.

KARANGANYAR — Sumanto turun langsung ke titik-titik rawan bencana di sepanjang aliran sungai Desa Berjo. Bersama Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar Suyono dan Kepala Desa Berjo Dwi Haryanto, ia menanam berbagai bibit pohon penyimpan air. Aksi gotong royong ini bukan agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga cadangan air tanah tetap stabil.

Mengapa Desa Berjo Jadi Prioritas Konservasi?

Menurut Sumanto, desa yang berada di lereng Gunung Lawu ini memiliki peran strategis sebagai penyangga air. Bentang alamnya yang asri dan ketersediaan air melimpah sepanjang tahun menopang sektor pertanian serta pariwisata lokal. Lebih dari itu, sumber air di Desa Berjo menjadi pemasok utama bagi wilayah-wilayah lain di sekitarnya.

"Alam telah memberikan begitu banyak manfaat kepada kita. Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk merawatnya. Pohon-pohon yang kita tanam hari ini mungkin belum memberi manfaat secara langsung, tetapi kelak akan menjadi penopang kehidupan anak cucu kita. Menjaga sungai berarti menjaga sumber kehidupan," tegas Sumanto dalam keterangannya, Senin.

Fungsi Vegetasi di Sepanjang Aliran Sungai

Sumanto menjelaskan, keberadaan vegetasi di sekitar sungai berfungsi memperkuat daya serap tanah terhadap air hujan. Ini penting untuk mengurangi limpasan air (run-off) yang berpotensi memicu erosi dan tanah longsor di kawasan perbukitan. Langkah ini juga dinilai krusial untuk mencegah bencana ekologis yang dampaknya bisa meluas hingga ke wilayah hilir (downstream).

"Oleh karena itu, kelestarian ekosistem di wilayah ini bersifat krusial dan tidak bisa ditawar," ujarnya.

Rutin Setiap Pekan, Bukan Proyek Musiman

Ketua DPRD Jateng itu memastikan kegiatan penanaman pohon berlangsung rutin setiap minggu di berbagai titik di Kabupaten Karanganyar. Ia menyebut, perubahan iklim yang semakin tidak menentu menuntut aksi nyata di lapangan. Gerakan "Jogo Kali" ini diharapkan menjadi model konservasi yang bisa direplikasi di daerah hulu lain di Jawa Tengah.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top