Revitalisasi SMAN 1 Jepon Blora Capai 32 Persen, Toilet Hampir Rampung dengan Material Bekas Bongkaran

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 13:38:31 WIB
Progres revitalisasi SMAN 1 Jepon Blora telah mencapai 32 persen dengan toilet siswa yang hampir rampung menggunakan material bekas bongkaran.

BLORA — Pemerintah pusat mengucurkan dana revitalisasi sebesar Rp1,8 miliar untuk SMAN 1 Jepon pada tahun 2026. Di tahun yang sama, sekolah di Kabupaten Blora ini juga menerima anggaran Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp1,6 miliar untuk program serupa.

Proyek Swakelola dan Item Pengerjaan

Kepala SMAN 1 Jepon, Dody Luhansa, mengatakan pembangunan dilakukan secara swakelola dengan menyasar sejumlah item vital. Mulai dari ruang kelas, ruang administrasi yang meliputi ruang tata usaha (TU), ruang kepala sekolah, hingga ruang pertemuan.

“Saat ini progres berjalan lancar sekitar 32 persen, (sementara ini) hambatan tidak ada,” ujar Dody, Senin, 27 Juli 2026.

Material Bekas Bongkaran Dimanfaatkan Kembali

Dalam proses pembangunan toilet siswa, pihak sekolah mengaku banyak memanfaatkan material hasil bongkaran bangunan lama yang masih layak pakai. Kayu usuk dan genteng bekas menjadi bahan utama yang digunakan ulang.

“Aset yang masih berfungsi bagus digunakan ulang. Salah satu rencananya itu digunakan untuk toilet. Sebagian besar menggunakan kayu sisa pembongkaran. Sedangkan yang tidak bisa terpakai itu ya kita biarkan,” ungkap Dody.

Kendala Pengelolaan Aset Tak Terpakai

Dody mengakui pihaknya kesulitan mengelola aset bangunan yang tidak digunakan lagi setelah proyek selesai. Material yang sudah tidak layak dinilai sulit dihilangkan dari daftar inventaris maupun dilelang karena kondisinya sudah tidak bernilai.

“Penghilangan aset relatif sulit, kita biarkan terlebih dahulu. Kalau memungkinkan akan kita lelang. Ya nanti akan ada masalah tersendiri, karena ketika sudah tidak layak, di lelang pun tidak bisa,” bebernya.

Belajar Mengajar Dialihkan ke Laboratorium

Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Jepon dipindahkan ke tiga ruang laboratorium. Yaitu Laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi yang difungsikan sebagai ruang kelas sementara.

“Saat ini siswa dipindah Lab Fisika, Kimia dan Biologi. Masih ada ruang sementara (di dalam laboratorium) untuk mereka. Memang lebih kecil, tapi masih sangat kondusif,” ucap Dody.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top