SEMARANG — Langit Kota Semarang pada hari ini dipastikan bersahabat bagi mobilitas warga, mulai dari pagi hingga malam. BMKG mencatat kondisi cerah penuh sinar matahari akan mendominasi sejak pagi, namun intensitasnya meningkat menjadi terik saat memasuki siang hari. Suhu minimum tercatat 20 derajat Celsius pada dini hari, sementara tingkat kelembapan udara berada di rentang 40 hingga 85 persen.
Memasuki sore hingga malam hari, langit diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan tebal. Kondisi ini dinilai lebih teduh bagi warga yang baru menyelesaikan aktivitas kerja atau kuliah. Angin bertiup stabil dari arah Timur menuju Tenggara dengan kecepatan 5 hingga 15 kilometer per jam di daratan Kota Semarang.
BMKG mengeluarkan imbauan khusus terkait potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di area terbuka yang kering. Ancaman ini meningkat seiring vegetasi yang mengering dan embusan angin di area terbuka selama musim kemarau.
Catatan khusus bagi warga yang beraktivitas di kawasan pegunungan tengah Jawa Tengah. Suhu udara rata-rata harian di wilayah tersebut berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celsius. Fenomena bediding masih berlangsung, di mana suhu terasa dingin menusuk khususnya pada malam hingga dini hari. Warga yang bepergian ke area tersebut disarankan menyiapkan jaket hangat.
BMKG Maritim memprediksi arah angin di wilayah perairan utara, mencakup Semarang hingga Demak, bergerak dari Timur–Selatan dengan kecepatan 2 hingga 20 knot. Ketinggian gelombang laut berada dalam kategori sedang, yakni mencapai 1,3 meter. Informasi ini penting bagi nelayan dan pengguna jasa transportasi laut.
Sementara itu, mayoritas wilayah di Jawa Tengah berada dalam kondisi kering dan dominan berawan. Peluang terjadinya hujan dipastikan nihil di hampir seluruh kabupaten/kota, dan provinsi ini tidak termasuk dalam daftar peringatan dini hujan lebat. Warga diimbau tetap memakai tabir surya dan minum air putih cukup untuk menjaga hidrasi tubuh selama cuaca terik.