Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok, Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco – Potensi Dampak ke BBM Indonesia

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 27 Juli 2026 | 08:44:01 WIB
Harga minyak mentah dunia turun setelah AS menghentikan sementara serangan terhadap Iran dan Houthi mengklaim serangan ke fasilitas Aramco.

JAWA TENGAH — Ketegangan di Timur Tengah yang sempat memicu lonjakan harga minyak mulai mereda. Amerika Serikat memutuskan menghentikan sementara serangan terhadap Iran sejak Jumat malam setelah 13 hari operasi militer. Di sisi lain, angkatan bersenjata Iran menyatakan Teheran menangguhkan balasannya. Keputusan ini memunculkan tanda tanya soal langkah Presiden Donald Trump selanjutnya.

Klaim Houthi Serang Fasilitas Aramco

Meski ada jeda, kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman justru mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco di kota pelabuhan Jizan dan Yanbu di Laut Merah pada Sabtu. Klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Riyadh maupun Aramco. Namun, aksi ini menambah ketidakpastian pasokan minyak di kawasan yang sudah rapuh.

Brent ke US$91, WTI di Bawah US$84

Para pedagang merespons perkembangan ini dengan menjual kontrak minyak mentah. Harga minyak Brent tercatat turun sekitar 6% menuju US$91 per barel, setelah ditutup lebih rendah pada Jumat lalu. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah US$84. Gas alam Eropa juga ikut tertekan, anjlok 7,8% dalam perdagangan terakhir.

Penurunan harga minyak ini menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan di Indonesia. Sebab, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dipengaruhi langsung oleh pergerakan harga minyak global. Jika tren penurunan berlanjut, potensi koreksi harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bisa terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Dampak bagi Pemilik Kendaraan Bermotor

Bagi pemilik sepeda motor atau mobil pribadi, penurunan harga minyak mentah berarti biaya operasional harian bisa berkurang. Misalnya, jika harga Pertamax turun Rp500 per liter, pemilik mobil dengan kapasitas tangki 45 liter bisa menghemat Rp22.500 setiap kali mengisi penuh. Angka ini tidak besar secara individu, namun signifikan bagi operator transportasi umum dan logistik yang konsumsi BBM-nya jauh lebih tinggi.

Namun demikian, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk subsidi dan APBN. Meskipun harga minyak turun, belum ada kepastian apakah penurunan langsung akan dirasakan konsumen di pompa bensin.

Pasar masih menunggu langkah konkret dari OPEC+ dan respon kebijakan energi Indonesia. Spekulasi berlanjut bahwa pertemuan darurat OPEC+ bisa digelar jika harga terus turun tajam. Sementara itu, pelaku industri otomotif dan transportasi akan memantau pergerakan harga minyak pekan ini sebagai sinyal arah bisnis ke depan.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top