SEMARANG — Mohammad Saleh mendorong pola kemitraan yang berkeadilan dalam proyek peternakan sapi perah terpadu di Kabupaten Brebes. Menurutnya, besarnya skala investasi harus berbanding lurus dengan keterlibatan masyarakat lokal, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
“Saya berharap dengan adanya peternakan dan produksi susu terpadu dengan populasi yang sangat besar ini bisa terbangun kemitraan dengan rakyat khususnya petani dan peternak lokal di Brebes dan sekitarnya,” kata Saleh di Semarang, Kamis.
Salah satu potensi yang bisa langsung dimanfaatkan adalah keterlibatan petani jagung dalam penyediaan bahan pakan ternak. Saleh menilai, selama ini sektor pertanian di Brebes memiliki kapasitas untuk mendukung operasional peternakan modern tersebut.
Selain itu, terbuka peluang bagi peternak lokal untuk mengembangkan sapi pedaging melalui skema kerja sama dengan perusahaan pengelola. “Peternak lokal bisa membeli sapi jantan untuk pembesaran sapi pedaging,” ujarnya.
Legislator asal Jawa Tengah itu juga mendorong keterlibatan akademisi dalam proyek ini. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat meningkatkan kualitas bibit dan pakan ternak yang dihasilkan.
“Kolaborasi dengan akademisi dapat meningkatkan kualitas bibit dan pakan ternak,” tegas Saleh.
Proyek yang digarap PT Global Dairi Bersama ini berdiri di atas lahan seluas 710 hektare. Dengan kapasitas produksi mencapai 180 ribu ton susu segar per tahun, proyek ini ditargetkan mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan susu nasional.
Saleh menekankan, besarnya angka investasi dan target produksi tidak boleh membuat masyarakat lokal menjadi penonton di daerahnya sendiri. Ia meminta perusahaan pengelola menyusun skema kemitraan yang jelas dan berkelanjutan sejak awal operasional.