Investasi Rp 1,2 Triliun, Peternakan Sapi Perah Terintegrasi Terbesar di Asia Tenggara Mulai Dibangun di Brebes

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 20 Juli 2026 | 16:27:01 WIB
Gubernur Jawa Tengah dan Menteri Pertanian melakukan peletakan batu pertama proyek peternakan sapi perah terintegrasi di Brebes.

BREBES — Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama dilakukan pada Senin (20/7/2026) oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan sejumlah pejabat lainnya. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 710 hektare dan akan menjadi kawasan peternakan terintegrasi yang mencakup fasilitas pengolahan susu, pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk organik, serta sentra produksi pakan ternak.

Mengatasi Defisit Produksi Susu Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, kehadiran investasi ini akan mengubah peta produksi susu di provinsinya. Saat ini, populasi sapi perah di Jawa Tengah mencapai sekitar 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 94.730 ton per tahun.

“Selama ini kita masih kekurangan sekitar 22 ribu ton susu per tahun. Ketika investasi ini beroperasi, kebutuhan Jawa Tengah bukan hanya terpenuhi, tetapi berpotensi surplus,” ujar Luthfi dalam sambutannya.

Strategi Nasional Kurangi Impor Susu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, proyek ini merupakan bagian penting dari strategi nasional mengurangi ketergantungan impor susu. Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, kebutuhan susu nasional pada 2026 mencapai sekitar 8,32 juta ton, namun produksi dalam negeri baru sekitar 2,9 juta ton atau hanya 35 persen dari kebutuhan.

“Saat ini impor susu masih sekitar 82 persen. Arahan Presiden Prabowo Subianto jelas, selama peternak dalam negeri mampu memproduksi, kebutuhan itu harus dipenuhi dari produksi nasional,” kata Amran.

Amran menargetkan Jawa Tengah mampu menjadi lumbung susu nasional dengan kontribusi sekitar 20 persen terhadap kebutuhan nasional melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, peternak, dan swasta.

Tiga Skema Kemitraan untuk Warga

CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa pihaknya akan membangun kemitraan dengan masyarakat melalui tiga skema. Pertama, pengembangan sapi pedaging. Kedua, pengelolaan sapi perah oleh peternak rakyat. Ketiga, kemitraan penyediaan hijauan dan pakan ternak.

“Kami ingin membangun ekosistem industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di pedesaan,” ujar Ihsan.

Menurutnya, Brebes dipilih karena potensi agraris yang kuat, sumber daya manusia yang baik, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong investasi. Dengan kapasitas 30.000 ekor sapi perah, produksi 180.000 ton susu segar per tahun diperkirakan akan mengangkat Jawa Tengah menjadi produsen susu terbesar kedua di Indonesia.

Iklim Investasi Jateng Dinilai Kondusif

Gubernur Luthfi menambahkan, proyek ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah. Ia menyebut iklim investasi yang kondusif, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja kompetitif menjadi daya tarik utama.

“Jawa Tengah kini menjadi pusat investasi, baik industri padat karya maupun padat modal. Proyek ini bukan hanya menghadirkan investasi besar, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top