SEMARANG — Kolaborasi antara TP PKK Jawa Tengah dan Pegadaian tidak hanya berhenti pada edukasi menabung. Program ini dirancang untuk menjangkau hingga level dasawisma, dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mengubah limbah rumah tangga menjadi aset bernilai.
Nota Kesepahaman (MoU) yang diteken kedua pihak memuat empat fokus utama. Pertama, penguatan literasi keuangan dan manajemen aset keluarga. Kedua, pemanfaatan layanan serta produk Pegadaian. Ketiga, pengembangan keagenan Pegadaian bagi anggota PKK. Keempat, pengelolaan sampah dan limbah berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Salah satu program yang paling menarik adalah konversi sampah menjadi tabungan emas. Ini menjadi upaya konkret untuk meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi langsung bagi masyarakat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah nyata perseroan untuk hadir di tengah masyarakat.
"Sinergi ini merupakan langkah nyata PT Pegadaian untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan," ujarnya.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Ny. Nawal Arafah Yasin, M.Si., menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa gerakan PKK tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan mitra strategis seperti Pegadaian.
"Kami menyadari bahwa gerakan PKK tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara PKK sebagai penggerak komunitas akar rumput dan PT Pegadaian sebagai BUMN yang peduli pada keberlanjutan adalah bentuk nyata gotong royong modern," imbuhnya.
Nawal menambahkan, kerja sama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kekuatan utama program ini terletak pada jaringan TP PKK yang menjangkau hingga tingkat desa dan dasawisma. Dengan struktur yang masif dan terstruktur, implementasi program edukasi keuangan dan pengelolaan sampah diharapkan bisa berjalan lebih efektif.
Dampak langsung yang ditargetkan adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah melalui pengelolaan aset keluarga yang lebih baik serta kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.