KLATEN — Kemeriahan Festival Memet Ikan 2026 di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, berakhir duka. Suheri (45), warga Kecamatan Bayat, meninggal dunia setelah pingsan saat berebut dua ton ikan yang ditebar panitia di kolam seluas sekitar 7.500 meter persegi, Minggu (19/7).
Korban sempat dilarikan ke petugas medis yang berjaga di lokasi, namun nyawanya tak tertolong. "Kita mendapatkan laporan ada orang yang pingsan dalam pelaksanaan festival berebut ikan dan setelah dicek korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Pamapta 2 Polresta Klaten Ipda Jarot Dwi Haryono kepada wartawan di lokasi, Minggu siang.
Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ipda Jarot Dwi Haryono menjelaskan bahwa kematian Suheri disebabkan oleh faktor alamiah.
"Yang bersangkutan meninggal wajar. Punya riwayat hipertensi, kelelahan, pingsan, mungkin juga serangan jantung dan meninggal dunia," jelas Jarot.
Pihak kepolisian memastikan korban bukan meninggal akibat tenggelam karena kondisi kolam yang dangkal. Keluarga korban disebut sudah menerima kejadian tersebut dan tidak melakukan penolakan.
Panitia acara, Niko Joko Pramono, membenarkan bahwa ada peserta yang pingsan saat berebut ikan. Namun, dirinya belum mengetahui detail peristiwa tersebut karena fokus mengurus jalannya festival.
"Ya ada yang pingsan tapi saya tidak tahu persis karena fokus di acara," katanya kepada detikJateng.
Festival tahunan ini digelar sejak pukul 07.00 WIB dan menyedot antusiasme ribuan warga. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Forkompimpda sempat hadir memeriahkan acara sekitar pukul 08.00 WIB.
Salah seorang peserta, Aji asal Kecamatan Cawas, mengaku senang bisa mendapatkan lebih dari lima kilogram ikan. "Lumayan dapat lebih dari lima kilogram. Tahun lalu cuma dapat tiga kilogram saja. Ya untuk dikonsumsi di rumah," ujar Aji yang datang bersama anaknya.
Ia berharap panitia bisa meningkatkan kapasitas acara di masa mendatang. "Ini baru satu jam sudah habis karena pesertanya semakin banyak," imbuh Aji.