DEMAK — Puluhan ibu-ibu nasabah PNM Mekaar itu bukan peserta sembarangan. Dari total 3.500 nasabah di Unit Mranggen, hanya 40 orang yang terpilih mengikuti sesi ini.
"Mereka adalah nasabah pilihan," ujar Risti dari PNM Unit Mranggen.
Pemateri dari Kantor Berita ANTARA, Brilliant Farrel, mengingatkan para peserta untuk tidak asal memposting dagangan di media sosial. Konten harus diperhatikan dengan saksama.
"Kontennya yang menarik, mudah dipahami," ujar Brilliant di hadapan peserta.
Ia bahkan mengajak sejumlah ibu-ibu maju ke depan kelas untuk mempraktikkan cara memaparkan produk yang mereka jual. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, bukan sekadar ceramah satu arah.
Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah Teguh Imam Wibowo menegaskan program Mba Maya punya peran strategis dalam rantai pemberdayaan nasabah PNM. Bukan sekadar pelatihan seremonial, program ini dirancang untuk mendorong transformasi usaha.
"Harapannya, ini dapat meningkatkan skala bisnis peserta, dari yang sebelumnya skala mikro, naik kelas menjadi kecil dan selanjutnya," ujar Teguh Imam Wibowo.
Selain materi, penyelenggara juga menyiapkan hadiah khusus bagi peserta yang aktif selama kegiatan. Langkah ini menjadi insentif agar ilmu yang didapat langsung dipraktikkan dan disebarkan ke kelompok nasabah lain.
Risti berharap para peserta tidak berhenti di ruang pelatihan. "Mereka bisa menerapkan ilmunya ke kelompok nasabah yang lain," katanya.