Inggris Gunakan VR untuk Latih Instruktur Sekolah Mengemudi, Pelatihan Jadi Lebih Efektif

Penulis: Vino Bastian  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 10:26:01 WIB
Instruktur sekolah mengemudi di Inggris berlatih menghadapi skenario lalu lintas kompleks melalui simulasi virtual reality.

JAWA TENGAH — Program yang dipamerkan kepada Reuters ini memungkinkan instruktur untuk merasakan berbagai skenario lalu lintas dalam lingkungan virtual. Dengan headset VR, mereka bisa berlatih menghadapi situasi kompleks seperti pengemudi agresif, pejalan kaki mendadak, atau kondisi jalan licin, yang sulit dihadirkan secara konsisten dalam pelatihan konvensional.

Simulasi Realistis untuk Persiapan Mengajar yang Lebih Matang

Tidak seperti metode lama yang hanya mengandalkan observasi dari kursi penumpang, VR memberikan perspektif langsung dari kursi pengemudi. Instruktur pelatih bisa mengulang skenario tertentu berkali-kali hingga mahir, tanpa harus mengkhawatirkan keselamatan atau ketersediaan mobil.

AA menyebut teknologi ini membantu mengukur respons dan pengambilan keputusan calon instruktur secara objektif. Data dari sesi VR kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sebelum mereka benar-benar mengajar di jalan raya.

Mengaburkan Batas Teori dan Praktik di Jalan

Dengan VR, ruang kelas dan kabin mobil seolah menyatu. Materi teori tentang teknik mengemudi defensif bisa langsung dipraktikkan dalam simulasi. Ini membuat proses belajar lebih efisien dan mengurangi waktu yang dihabiskan di jalan untuk latihan dasar.

Program ini merupakan bagian dari upaya AA untuk meningkatkan standar keselamatan berkendara di Inggris. Dengan instruktur yang lebih terlatih, diharapkan kualitas pendidikan mengemudi bagi pengguna jalan baru juga ikut naik.

Dampak untuk Pasar dan Industri Pelatihan

Inovasi ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan akan instruktur mengemudi yang kompeten. Metode VR memungkinkan sekolah mengemudi untuk melatih lebih banyak instruktur dalam waktu lebih singkat, tanpa harus menyediakan armada mobil dalam jumlah besar.

Teknologi serupa sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah mengemudi di Indonesia, meski masih dalam skala terbatas. Penerapan VR untuk pelatihan instruktur seperti yang dilakukan AA bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan kurikulum pelatihan mengemudi yang lebih modern di dalam negeri.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top