Lima Dapur MBG di Wilayah 3T Jateng Belum Beroperasi, Pemprov Masih Tunggu Arahan Pusat soal Jumlah SPPG

Penulis: Usman Harun  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:20:39 WIB
Lima dapur Makan Bergizi Gratis di Jepara dan Demak belum beroperasi meski pembangunannya rampung sejak Desember 2025.

SEMARANG — Ribuan calon penerima manfaat di Kabupaten Jepara dan Demak belum mendapat layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) karena lima dapur program itu mangkrak. Pembangunannya rampung sejak Desember 2025, tapi operasional belum juga dimulai.

Lima SPPG di Jepara dan Demak: Mana Saja yang Belum Jalan?

Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jepara berada di Desa Parang, Desa Nyamuk, dan Desa Kemujan. Dua sisanya di Demak, tepatnya di Desa Tambak Gojoyo dan Tambak Seklenting. Kelima dapur ini masuk kategori wilayah 3T.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pemerintah daerah tidak punya kewenangan memutuskan penghentian atau perubahan jumlah SPPG. Semua keputusan ada di pusat.

“Karena yang bisa menutup itu kan dari pusat, kita hanya melaporkan saja,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (13/7/2026).

Wacana 7 SPPG per Kecamatan Dinilai Kebanyakan

Pemprov Jateng sebelumnya menerima wacana dari pusat bahwa tiap kecamatan maksimal punya tujuh SPPG. Wagub menilai jumlah itu terlalu banyak jika dihitung berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

“Kemarin ada wacana setiap kecamatan ada 7 SPPG maksimal. Nah, kalau kita menghitung kan ini kebanyakan. Kita tunggu aja nanti dari pusat,” kata Taj Yasin.

Pemerintah provinsi saat ini hanya melakukan pemetaan kebutuhan dan menyampaikan kondisi aktual di masing-masing daerah. Termasuk kawasan kepulauan seperti Karimunjawa yang dinilai sangat membutuhkan dapur MBG.

Karimunjawa Jadi Prioritas, Pemprov Kawal Operasional

Meski lima dapur di Jepara dan Demak belum beroperasi, Pemprov Jateng memastikan tetap mengawal SPPG di wilayah yang memang mendesak. Salah satunya Karimunjawa yang akses logistiknya terbatas.

“Untuk yang daerah-daerah seperti Karimunjawa yang memang dibutuhkan, ya kita kawal karena di sana membutuhkan,” kata Gus Yasin.

Belum jelas kapan pusat akan mengeluarkan evaluasi final. Selama menunggu, ribuan warga di lima desa itu masih harus bersabar. Pemprov hanya bisa melaporkan kondisi di lapangan dan menunggu keputusan dari Jakarta.

Reporter: Usman Harun
Sumber: indoraya.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top