JAWA TENGAH — Lomba lingkungan ini tidak hanya menilai kebersihan fisik kawasan. Manajer Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1, Fadillah Haryono, mengatakan penilaian dilakukan secara komprehensif oleh sembilan pemangku kepentingan.
“Aspek yang dinilai meliputi kebersihan, pengelolaan lingkungan, partisipasi masyarakat, serta inovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Fadillah.
Para juri berasal dari unsur pemerintah, instansi terkait, dan elemen masyarakat di wilayah Belawan. Dengan demikian, hasil lomba diharapkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Dari total 143 lingkungan yang berlomba, panitia akan memilih enam pemenang. Kategorinya dimulai dari Harapan 3, Harapan 2, Harapan 1, Juara 3, Juara 2, hingga Juara 1.
Pengumuman lomba ini pertama kali disampaikan saat acara seremonial penanaman pohon pada 9 Juli 2026. Rangkaian kegiatan lingkungan itu menjadi penanda dimulainya kompetisi antarlingkungan.
“Melalui lomba ini, kami ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tambah Fadillah.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan tidak hanya membangun infrastruktur pelabuhan, tetapi juga menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan di masyarakat pesisir.
Fadillah menekankan bahwa lomba ini menjadi upaya bersama antara Pelindo, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya membangun kawasan Belawan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan 143 lingkungan dari enam kelurahan, Pelindo berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat. Bukan sekadar menang lomba, tapi kebiasaan bersih yang melekat dalam keseharian warga.