JEPARA — Langkah Persijap Jepara di bursa transfer musim ini mengejutkan banyak pihak. Enam pemain lokal resmi dilepas, melengkapi daftar lima pemain asing yang sudah lebih dulu meninggalkan klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu.
Kepergian enam pemain lokal ini menjadi gelombang kedua setelah lima pemain asing memastikan diri hengkang lebih awal. Artinya, total sudah 11 pemain yang tidak lagi berseragam oranye-hitam Persijap untuk kompetisi mendatang.
Manajemen belum merilis nama-nama spesifik pemain yang dilepas. Namun, keputusan ini dianggap sebagai strategi besar untuk membangun ulang tim menjelang BRI Super League musim depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pengumuman resmi dari manajemen Persijap mengenai pemain anyar yang akan direkrut. Padahal, bursa transfer sudah berjalan dan rival-rival di kasta tertinggi sepak bola Indonesia mulai bergerak.
Kebisuan ini memicu spekulasi di kalangan suporter. Banyak yang bertanya-tanya apakah Persijap tengah menyiapkan kejutan dengan mendatangkan pemain bintang atau justru akan mengandalkan jebolan akademi lokal.
Langkah melepas 11 pemain dalam satu bursa transfer bukan hal biasa. Keputusan ini bisa dibaca sebagai upaya peremajaan skuad atau langkah efisiensi anggaran klub. Persaingan di BRI Super League musim depan diprediksi semakin ketat dengan hadirnya beberapa tim promosi yang agresif di bursa transfer.
Yang jelas, Persijap harus bergerak cepat. Jika tidak, persiapan pramusim akan terganggu dan tim berisiko kehilangan momentum untuk membangun kekompakan.
Suporter setia Persijap tentu berharap manajemen tak hanya pandai melepas, tapi juga jeli merekrut. Mereka menanti pengumuman resmi yang menjawab rasa penasaran: siapa penggawa anyar yang akan memperkuat Laskar Kalinyamat musim depan.
Apakah akan ada pemain berlabel timnas? Atau justru pemain asing berkualitas dari benua lain? Semua masih misteri. Satu hal yang pasti, waktu terus berjalan dan bursa transfer tidak menunggu siapa pun.