REMBANG — Para petani di Kabupaten Rembang mendapat angin segar di awal musim tanam ini. Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintapan) secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan dalam Sarasehan Petani yang digelar Selasa (7/7/2026). Acara itu dihadiri langsung oleh Bupati Rembang, Anggota DPR RI Firman Soebagyo, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan.
Kepala Dintapan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan komitmen Pemkab untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya bagi petani tembakau yang saat ini sudah mulai menanam.
"Hari ini kegiatan sarasehan petani dan pembagian alsintan secara simbolis berjalan lancar. Ini sebagai penegasan bahwa Pemkab Rembang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani tembakau yang saat ini sudah mulai menanam," ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi mesin cultivator, mesin perajang tembakau, dan kendaraan roda tiga. Selain itu, Dintapan juga tengah memproses pengadaan pupuk ZA yang akan segera didistribusikan kepada kelompok tani.
Untuk mendukung percepatan panen, Pemkab Rembang kembali menganggarkan pengadaan Combine Harvester melalui APBD sebanyak lima hingga tujuh unit pada tahun 2026. Sebelumnya, lima unit serupa telah diadakan pada tahun lalu.
Berbeda dengan bantuan dari APBN yang bersifat hibah, alsintan yang berasal dari APBD akan diterapkan dengan sistem pinjam pakai. Langkah ini diambil agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh kelompok tani di Kabupaten Rembang. Sementara itu, bantuan Combine Harvester dari APBN telah tersebar di sejumlah kecamatan seperti Sluke, Kaliori, Sumber, dan wilayah lainnya.
Pemkab Rembang mencatat perkembangan positif di sektor pertanian. Luas tanam tembakau pada tahun 2026 mencapai sekitar 7.400 hektare, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7.200 hektare.
Untuk menjamin pasokan air irigasi, pembangunan embung juga terus dipercepat. Saat ini terdapat sekitar 23 embung yang sedang dibangun di berbagai wilayah melalui pendanaan APBN, APBD, dan embung partisipatif.
Kabar menggembirakan lainnya adalah peluang berdirinya pabrik gula baru di Kabupaten Rembang. Menurut Agus Iwan Haswanto, Bupati Rembang menyampaikan bahwa pemerintah pusat membuka peluang pembangunan pabrik gula apabila luas lahan tebu di daerah itu mencapai 10.000 hektare.
Saat ini luas lahan tebu di Rembang telah mencapai sekitar 9.000 hektare. Pemerintah daerah terus mendorong perluasan areal tanam agar target tersebut segera terpenuhi. Apabila syarat itu berhasil dicapai, Bupati Rembang bersama Anggota DPR RI Firman Soebagyo akan memfasilitasi komunikasi dengan kementerian terkait.
Keberadaan pabrik gula di Kabupaten Rembang diharapkan mampu meningkatkan harga jual hasil panen tebu, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat industri pertanian dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Di akhir acara, Pemkab Rembang mengimbau seluruh kelompok tani agar merawat dan memanfaatkan bantuan alsintan dengan baik. Perawatan yang tepat dinilai penting agar alat memiliki usia pakai yang panjang dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara merata.