MAGELANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen pada periode yang sama, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Angka kemiskinan juga turun dari 9,58 persen menjadi 9,38 persen.
“APBD harus kita gunakan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata Gubernur Ahmad Luthfi di sela kegiatan Rupiah Borobudur Playon di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (22/6).
Gubernur menjelaskan, belanja daerah tidak dibelanjakan secara merata ke semua sektor, tetapi dikonsentrasikan pada tiga prioritas utama: pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan sektor produktif. Strategi ini, kata dia, menjadi kunci agar APBD tetap bisa menopang pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
“Belanja daerah difokuskan pada infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan sektor produktif, sehingga tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global,” ujar Luthfi.
Realisasi investasi di Jawa Tengah pada triwulan I-2026 mencapai Rp23 triliun, melanjutkan tren positif tahun sebelumnya yang mencapai Rp110,02 triliun pada 2025. Gubernur menekankan, investasi yang masuk didominasi oleh sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Serapan tenaga kerja mencapai sekitar 92 ribu pada triwulan I-2026. Investasi di Jawa Tengah didominasi oleh padat karya,” ungkapnya.
Pencapaian ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, kabupaten/kota, perguruan tinggi, perbankan, hingga perusahaan swasta. Gubernur juga mengapresiasi peran masyarakat dan media massa yang memberikan kritik dan saran terkait pembangunan di Jawa Tengah.
“Kritik konstruktif sangat penting untuk mengoreksi apabila ada kekurangan dalam kinerja pemerintah daerah,” kata Luthfi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I turut mengapresiasi kinerja APBD Provinsi Jawa Tengah yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global.