7 Komunitas Hobi Aktif di Jawa Tengah yang Bisa Kamu Ikuti, Lengkap dengan Jadwal dan Lokasi

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47:31 WIB
Komunitas Brompton Semarang Community rutin menggelar gowes bersama setiap Minggu pagi dengan rute bergantian di Semarang dan sekitarnya.

Di Semarang, komunitas sepeda lipat Brompton Semarang Community (BSC) sudah eksis sejak 2015. Mereka rutin menggelar gowes bersama setiap Minggu pagi, start dari Simpang Lima pukul 06.00. Rutenya variatif, kadang ke Kota Lama, kadang ke Ungaran. Tidak perlu punya Brompton mahal untuk ikut—anggota lama biasa meminjamkan sepeda cadangan untuk anggota baru. Biaya iuran sukarela, biasanya Rp20.000-Rp50.000 per kopi di singgahan.

Komunitas ini punya grup WhatsApp yang aktif. Setiap Kamis malam, admin mengumumkan rute akhir pekan. Tips dari saya: bawa ban dalam cadangan dan pompa mini. Jalan menanjak di daerah Gombel sering bikin ban bocor kena serpihan aspal.

1. Komunitas Fotografi Semarang (KFS)

Berdiri 2012, KFS adalah salah satu forum fotografi tertua di Jawa Tengah. Mereka mengadakan hunting bareng setiap Sabtu pertama bulan, bergantian di lokasi ikonik seperti Lawang Sewu, Sam Poo Kong, atau kawasan perbukitan Mijen.

Tidak perlu kamera mahal. Anggota senior biasa berbagi teknik pakai kamera ponsel. Biaya patungan parkir dan konsumsi rata-rata Rp30.000 per orang. Jadwal hunting selalu diumumkan di Instagram @kfs_semarang tiga hari sebelumnya.

2. Solo Kreatif (Sketsa dan Melukis)

Di Solo, komunitas Solo Urban Sketchers menggelar sketching di tempat umum setiap Minggu pagi. Titik kumpul biasanya di Pura Mangkunegaran atau Benteng Vastenburg. Peserta membawa peralatan sendiri—buku sketsa, pensil, atau cat air. Tidak ada biaya pendaftaran.

Komunitas ini terbuka untuk pemula. Saya pernah ikut dua kali. Suasananya santai, tidak ada tekanan untuk menghasilkan gambar sempurna. Hasil sketsa biasanya diunggah di Instagram dengan tagar #SoloUrbanSketchers. Jadwal bisa dicek di akun @solo_urbansketchers.

3. Komunitas Lari Semarang Runners

Semarang Runners adalah grup lari yang punya basis anggota lebih dari 1.000 orang. Mereka mengadakan group run setiap Rabu malam jam 19.00 dan Minggu pagi jam 05.30. Start dari Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Peserta dibagi dalam tiga kelompok: pelari pemula (5 km), menengah (10 km), dan lanjutan (15 km). Tidak ada biaya pendaftaran. Mereka juga rutin mengadakan program latihan untuk persiapan event lari nasional seperti Borobudur Marathon. Informasi terbaru ada di Instagram @semarangrunners.

4. Komunitas Vespa Semarang (Vespa Community Semarang)

Komunitas ini fokus pada Vespa klasik dan modern. Mereka mengadakan kopdar setiap Jumat malam di kawasan Simpang Lima atau sekitar Tugu Muda. Anggotanya dari berbagai usia, dari mahasiswa hingga pensiunan.

Acara besar tahunan mereka adalah touring ke Salatiga atau Magelang. Biaya bensin dan akomodasi ditanggung sendiri, biasanya Rp100.000-Rp150.000 untuk sekali touring. Komunitas ini juga sering mengadakan bengkel bersama untuk belajar merawat mesin Vespa. Cari info di grup Facebook "Vespa Semarang" atau Instagram @vespasemarang.

5. Komunitas Tanaman Hias Magelang

Di Magelang, komunitas Magelang Plant Lovers aktif sejak pandemi. Mereka mengadakan plant swap setiap bulan di Alun-Alun Magelang. Anggota bisa bertukar stek tanaman, bibit, atau pot bekas.

Acara biasanya pada Sabtu sore, mulai pukul 15.00 hingga 17.00. Tidak ada biaya masuk. Komunitas ini juga punya grup WhatsApp untuk jual-beli tanaman dengan harga anggota. Saya pernah dapat Monstera deliciosa hanya Rp25.000 di acara ini. Jadwal diumumkan di Instagram @magelangplantlovers.

6. Komunitas Board Game Solo (Solo Board Game Community)

Bagi yang suka permainan strategi, komunitas ini berkumpul setiap Sabtu malam di salah satu kafe di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Mereka membawa koleksi pribadi seperti Catan, Carcassonne, atau Cards Against Humanity.

Biaya partisipasi hanya Rp15.000 untuk minuman di kafe. Permainan biasanya dimulai jam 18.00 hingga 22.00. Komunitas ini ramah untuk pemula—ada anggota yang siap mengajarkan aturan main. Cari info di Instagram @soloboardgame.

7. Komunitas Hiking dan Camping Semarang (Semarang Outdoor Community)

Komunitas ini mengadakan pendakian ke gunung-gunung di Jawa Tengah seperti Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, atau Gunung Sumbing. Pendakian biasanya dilakukan akhir pekan, dengan biaya patungan transportasi dan logistik sekitar Rp150.000-Rp250.000 per orang.

Mereka menyediakan perlengkapan camping untuk disewa: tenda Rp50.000, sleeping bag Rp20.000. Pendaftaran dibuka dua minggu sebelum keberangkatan. Informasi di Instagram @semarangoutdoorcommunity. Saya pernah ikut pendakian ke Gunung Ungaran via Mawar—medannya menantang tapi pemandangan dari puncak sepadan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara bergabung dengan komunitas ini?
Sebagian besar komunitas memiliki akun Instagram atau grup Facebook. Cukup kirim pesan atau datang langsung ke lokasi pertemuan. Tidak ada prosedur rumit.

Apakah ada biaya pendaftaran?
Mayoritas gratis. Beberapa komunitas seperti board game atau hiking meminta patungan biaya operasional, tapi nominalnya kecil, Rp15.000-Rp250.000.

Apakah pemula diterima?
Ya. Semua komunitas di atas terbuka untuk anggota baru tanpa syarat pengalaman. Anggota senior biasanya membantu pemula.

Bagaimana jika tidak punya perlengkapan?
Komunitas hiking menyediakan sewa perlengkapan. Untuk fotografi atau sketsa, pemula bisa datang dengan perlengkapan seadanya.

Apakah komunitas ini masih aktif di 2026?
Semua komunitas yang disebutkan masih rutin mengadakan pertemuan per Februari 2026. Jadwal bisa berubah, cek Instagram masing-masing sebelum datang.

Bergabung dengan komunitas hobi di Jawa Tengah bukan cuma soal mengisi waktu luang. Dari pengalaman saya, ini cara paling efektif untuk mengenal kota lebih dalam—lewat rute sepeda yang tidak ada di Google Maps, atau cerita warga lokal tentang sejarah bangunan yang kamu sketsa. Datang saja ke pertemuan pertama, sisanya akan mengalir.

Reporter: Wahyu Hidayat
Back to top