Indofarma Targetkan Laba di 2026 Meski Bahan Baku Impor Tertekan Dolar AS

Penulis: Yanto Prasetya  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 14:02:01 WIB
Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, menyampaikan optimisme laba meski biaya bahan baku naik akibat pelemahan rupiah.

JAWA TENGAH — Optimisme itu disampaikan Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, dalam Public Expose di Indonesia Health Learning Institute (IHLI) Bio Farma Group, Jakarta, Kamis (25/6). Menurutnya, meskipun pelemahan rupiah menaikkan biaya produksi, perseroan sudah menyiapkan langkah mitigasi. “Target laba tahun ini kami tetap optimis, walaupun memang ada kondisi pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS, kemudian kita ketahui bahwa memang pasti akan menaikkan harga pokoknya,” ujar Sahat.

Negosiasi Harga dan Ekspor Jadi Andalan

Untuk mengendalikan kenaikan biaya, Indofarma akan memperkuat komunikasi dengan para pemasok bahan baku di luar negeri. Manajemen akan melakukan negosiasi ulang harga agar kenaikan yang terjadi masih dalam batas toleransi yang sudah direncanakan. “Karena memang sumbernya (bahan baku) belum ada di dalam negeri, itu menjadi tantangan. Jadi, kita menjalin hubungan baik dengan mereka, bagaimana mereka tetap bisa mendukung Indofarma di tengah pelemahan rupiah,” jelas Sahat.

Di sisi lain, perseroan juga mengandalkan sektor ekspor yang tumbuh 11,9 persen year-on-year (yoy) pada 2025. Pada 20 Juni 2026, Indofarma baru saja mengirimkan lima kontainer produk farmasi ke Afghanistan dari fasilitas produksi di Cibitung. “Mudah-mudahan kami akan mendapatkan kembali order untuk ekspor ke Afghanistan, atau memperluas ke negara-negara sekitarnya,” tambahnya.

Kinerja 2025: Rugi Menyusut Drastis

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di kesempatan yang sama, pemegang saham menyetujui Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Sepanjang tahun lalu, Indofarma membukukan penjualan bersih sebesar Rp151,5 miliar. Meski masih mencatat rugi, jumlahnya turun signifikan 76,7 persen menjadi Rp77,9 miliar, dibandingkan rugi Rp334,5 miliar pada 2024.

Perbaikan signifikan ini menunjukkan bahwa langkah efisiensi dan strategi bisnis yang dijalankan mulai membuahkan hasil. Dengan fondasi yang lebih sehat, Indofarma kini berharap tekanan nilai tukar tidak menghambat laju pemulihan menuju profitabilitas di tahun ini.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: m.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top