JAWA TENGAH — Informasi produksi lokal Mitsubishi XForce Hybrid pertama kali diungkap OtoDriver, mengutip sumber internal pabrikan yang enggan disebut namanya. Indikasi lain muncul dari empat kode varian baru di situs Samsat PKB DKI Jakarta per April 2026. Kode tersebut meliputi XFC P, XFC P Plus, XFC P SX, dan XFC P Plus SX, dengan rentang NJKB Rp284 juta hingga Rp304 juta.
Mitsubishi Motors Indonesia (MMKI) hingga kini belum memberikan pernyataan resmi soal kehadiran model hybrid tersebut. Peluncuran diprediksi terjadi pada semester pertama 2026 jika produksi berjalan sesuai rencana.
XForce Hybrid mengadopsi mesin bensin 1.600 cc kode 4A92 dengan siklus Atkinson. Mesin ini telah digunakan pada Xpander HEV yang dipasarkan di Thailand. Tenaga mesin bensin mencapai 95 hp dengan torsi 134 Nm.
Bantuan motor listrik dan sistem hybrid meningkatkan tenaga gabungan menjadi 116 hp dengan torsi puncak 255 Nm. Baterai lithium-ion menjadi sumber energi motor listrik sekaligus menunjang efisiensi bahan bakar. Transaxle generasi baru yang lebih efisien serta fitur pemutus motor dari poros penggerak pada kecepatan tinggi menjadi kunci pencapaian konsumsi BBM 24,4 km/liter.
Berdasarkan data NJKB yang beredar, Mitsubishi XForce Hybrid hadir dalam empat varian. Semua varian menggunakan penggerak roda depan (4x2) dan transmisi otomatis:
Perbedaan antarvarian kemungkinan hanya terletak pada fitur kosmetik dan kelengkapan, menyesuaikan selera konsumen Indonesia. Hal ini merujuk pada model yang sudah meluncur di Thailand pada Maret 2025.
Dengan banderol NJKB di kisaran Rp284-304 juta, harga jual XForce Hybrid diperkirakan tidak meleset jauh dari angka Rp300 jutaan. Jika selisihnya dengan versi bensin tidak terlalu besar, SUV ini bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi dengan biaya operasional rendah.
Kombinasi desain modern, kabin yang sudah terbukti nyaman di versi bensin, serta efisiensi bahan bakar kelas atas menjadi modal kuat XForce Hybrid bersaing di pasar SUV hybrid Tanah Air. Pengguna yang kerap menghadapi kemacetan perkotaan akan merasakan penghematan signifikan berkat teknologi hybrid yang diusung.