Pertamina, Bulog, dan BUMN Lain Disiapkan Jadi Tulang Punggung Tiga Pilar Menuju Indonesia Emas 2045

Penulis: Xander Situmorang  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 14:20:01 WIB
Pertamina mempercepat eksplorasi energi baru untuk mendukung ketahanan energi nasional.

JAWA TENGAH — Pemerintah tidak main-main dalam urusan pangan. Dony Oskaria menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara maju yang berhasil bertahan tanpa kemampuan memproduksi pangannya sendiri. Karena itu, Bulog diperkuat tidak hanya sebagai penyerap gabah petani, tetapi juga pengelola cadangan pangan nasional.

Di sisi energi, Pertamina menjadi ujung tombak. Pemerintah menginstruksikan BUMN migas tersebut untuk mempercepat eksplorasi cadangan energi baru, memperluas program biodiesel B50, serta menambah kapasitas penyimpanan BBM nasional. “Kalau sebuah negara ingin berdaulat dan menjadi negara maju, maka harus memiliki ketahanan energi,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

PLN dan Program Jaringan Gas: Strategi Jangka Panjang Energi Rumah Tangga

Pilar energi tidak hanya soal bahan bakar kendaraan. Pemerintah juga mendorong PLN untuk mengembangkan jaringan distribusi gas rumah tangga. Langkah ini dirancang sebagai strategi jangka panjang mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil. Dony menekankan bahwa transformasi ini harus dipahami masyarakat sebagai proses fundamental, bukan sekadar proyek jangka pendek.

Stunting 22 Persen: Tugas Berat BUMN Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Pilar ketiga yang dianggap paling menentukan adalah sumber daya manusia. Presiden Prabowo Subianto, menurut Dony, menjadikan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama. Angka stunting nasional yang masih berada di kisaran 22 persen menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan.

“Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar,” kata Dony. BUMN seperti Bio Farma dan Kimia Farma di sektor kesehatan, serta Telkom di sektor digitalisasi pendidikan, diyakini akan memegang peran penting dalam menekan angka tersebut.

Dony menambahkan, berbagai program strategis yang berjalan saat ini bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Seluruhnya merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara menyeluruh. Mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, pengendalian alih fungsi lahan, hingga reformasi tata niaga pupuk—semua digerakkan dengan satu tujuan: menjadikan BUMN sebagai lokomotif menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top