Pilot Paralayang di Wonogiri Dilatih Hadapi Kondisi Darurat, Parasut Cadangan Jadi Langkah Terakhir

Penulis: Vino Bastian  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:25:56 WIB
Pilot paralayang Wonogiri menjalani simulasi penanganan darurat untuk kesiapan menghadapi kegagalan parasut utama.

WONOGIRI — Langit Wonogiri yang biasanya menjadi arena para penerbang paralayang, pekan ini berubah menjadi ruang kelas darurat. Bukan sekadar terbang bebas, puluhan pilot menjalani simulasi penanganan kritis saat parasut utama gagal mengembang sempurna.

Skenario yang dilatihkan cukup menegangkan: pilot harus mampu mengidentifikasi masalah pada parasut utama dalam hitungan detik, lalu memutuskan apakah akan melakukan pemulihan atau segera mengaktifkan parasut cadangan.

Kapan Parasut Cadangan Benar-Benar Digunakan?

Dalam pelatihan ini, instruktur menekankan satu prinsip kunci: parasut cadangan bukan alat pertama yang ditarik saat panik. Penggunaannya hanya dilakukan sebagai langkah terakhir apabila pilot tidak mampu memulihkan parasut utama hingga mencapai batas ketinggian tertentu.

Keputusan itu disebut sebagai momen paling krusial. Terlalu cepat menarik parasut cadangan bisa membuat kedua parasut kusut, sementara terlambat berarti ketinggian tidak lagi cukup untuk mendarat dengan selamat.

Bukan Sekadar Tarik Tali

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik menarik tuas parasut cadangan. Para pilot dibekali prosedur pemulihan parasut utama yang sistematis, mulai dari mengendalikan laju jatuh, memotong tali riser, hingga memanfaatkan angin untuk membuka kembali kanopi yang kempis.

Instruktur menyebut bahwa kesalahan paling umum pada pilot pemula adalah langsung beralih ke parasut cadangan tanpa berusaha memperbaiki kondisi parasut utama. Padahal, dalam banyak kasus, parasut utama masih bisa diselamatkan dengan teknik yang tepat.

Langkah Terakhir yang Menyelamatkan

Meski menjadi pilihan terakhir, penguasaan prosedur parasut cadangan tetap wajib dikuasai. Dalam pelatihan, setiap pilot diwajibkan melakukan simulasi pelepasan parasut cadangan di ketinggian aman, lengkap dengan hitungan mundur hingga menyentuh tanah.

Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa paralayang bukan sekadar olahraga adrenalin. Di balik pemandangan indah dari atas bukit Wonogiri, ada prosedur keselamatan yang harus dihafal di luar kepala. Satu keputusan salah di udara bisa menjadi perbedaan antara pulang dengan selamat atau dibawa ke rumah sakit.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top