Tiba di Asrama Haji Donohudan, Jemaah Kloter 1 Solo Diterima Gubernur Ahmad Luthfi, Pesan Jaga Kemabruran

Penulis: Yanto Prasetya  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 13:31:01 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 1 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

BOYOLALI — Kedatangan jemaah haji gelombang pertama di Debarkasi Solo menjadi momen yang dinanti. Kloter 1 yang mendarat di Asrama Haji Donohudan disambut langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin (16/6) pagi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemabruran bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab sosial yang harus dibawa pulang ke kampung halaman.

Pesan Gubernur: Kemabruran Harus Terlihat dari Sikap Sehari-hari

Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa predikat haji mabrur tidak otomatis melekat hanya karena telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mekah dan Madinah. “Kemabruran itu harus dirawat. Tunjukkan akhlak yang baik, jaga keteladanan, dan sebarkan kedamaian di lingkungan masing-masing,” ujarnya di hadapan para jemaah yang baru turun dari bus.

Ia juga meminta para jemaah untuk tidak terjebak pada euforia berlebihan. Menurutnya, ujian sesungguhnya dimulai setelah kembali ke rumah, saat harus konsisten menjalankan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat.

Kloter 1: Sebanyak 360 Jemaah Tiba dengan Kondisi Sehat

Kepala Debarkasi Solo, Budi Santoso, melaporkan bahwa seluruh jemaah Kloter 1 dalam kondisi sehat. Proses pemeriksaan kesehatan dan penerimaan barang bawaan berjalan lancar sejak pukul 08.00 WIB. “Alhamdulillah, tidak ada jemaah yang dirawat di bandara. Semua bisa langsung dijemput keluarganya,” kata Budi.

Kloter 1 ini merupakan bagian dari total 12 kloter yang akan tiba secara bertahap di Asrama Haji Donohudan selama sepekan ke depan. Setiap kloter rata-rata membawa 360 jemaah dari berbagai daerah di eks-Karesidenan Surakarta dan sekitarnya.

Antrean Penjemputan dan Suasana Haru di Asrama Haji

Pintu gerbang Asrama Haji Donohudan dipadati keluarga yang menunggu sejak subuh. Spanduk bertuliskan “Selamat Datang Haji Mabrur” dan “Alhamdulillah, Engkau Pulang” bertebaran di sepanjang jalan. Beberapa di antaranya membawa karangan bunga dan balon untuk menyambut sanak saudara.

Suasana haru tak terhindarkan. Seorang jemaah asal Sukoharjo, Siti Aminah (62), langsung menangis saat melihat cucunya melambai dari kejauhan. “Ini mimpi, rasanya baru kemarin berangkat, sekarang sudah pulang,” ujarnya terbata-bata.

Tips dari Gubernur agar Ibadah Tetap Berkesan

Di sela-sela penyambutan, Ahmad Luthfi juga memberikan wejangan ringan. Ia mengingatkan agar jemaah tidak mudah mengeluh dengan perubahan cuaca atau kelelahan pasca-perjalanan panjang. “Istirahat yang cukup, jangan langsung banyak kegiatan. Tubuh perlu adaptasi,” pesannya.

Ia juga menyarankan agar pengalaman spiritual selama di Tanah Suci dicatat dan dibagikan kepada keluarga, bukan hanya sebagai cerita, tetapi sebagai pelajaran hidup. “Ceritakan pengalaman salat di Masjidil Haram, rasa syukur, dan kesabaran. Itu yang akan diingat anak cucu,” pungkasnya.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top