Beredar Video Viral Menkeu Purbaya Bagi-Bagi Bantuan Rp 50 Juta di TikTok, Warga Jawa Tengah Diminta Waspada Deepfake AI

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:06:23 WIB
Video deepfake Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menawarkan bantuan Rp 50 juta beredar di TikTok, masyarakat diminta waspada.

SEMARANG — Gelombang kebingungan melanda pengguna TikTok di Jawa Tengah setelah sebuah video yang menampilkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menawarkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 50 juta untuk 100 pendaftar pertama ramai dibagikan. Dalam video yang dibuat seolah-olah berasal dari akun resmi pemerintah, Menkeu Purbaya meminta warganet untuk menekan tombol yang tersedia di layar dan mengisi data pribadi pada tautan yang disematkan di kolom komentar.

Modus Penipuan: Undangan Palsu untuk 100 Orang Pertama

Video tersebut dirancang dengan sangat meyakinkan, menggunakan wajah dan suara Menteri Purbaya yang direkayasa menggunakan teknologi deepfake. Narasi dalam video mengklaim bahwa program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi terbaru untuk masyarakat berpenghasilan rendah. "Klik tombol bantuan sekarang juga, hanya untuk 100 orang pertama. Jangan sampai kehabisan," begitu kira-kira bunyi ajakan dalam video yang direkam dari akun anonim tersebut.

Praktik semacam ini bukanlah hal baru. Sejak awal 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mencatat setidaknya 15 domain situs phishing yang mengatasnamakan kementerian dan lembaga negara. Modusnya selalu sama: menawarkan bantuan palsu dengan iming-iming nominal besar dan tenggat waktu pendaftaran yang sangat singkat.

Imbauan Tegas: Jangan Klik, Jangan Bagikan

Pihak Kementerian Keuangan melalui Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) telah mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah keras keberadaan program tersebut. "Kementerian Keuangan tidak pernah meluncurkan program bansos melalui platform TikTok atau media sosial lainnya yang meminta masyarakat mengklik tautan mencurigakan," tegas juru bicara Kemenkeu dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (18/2/2025).

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah. Satu-satunya laman yang sah untuk mengecek program bansos adalah situs cekbansos.kemensos.go.id, bukan tautan pendek yang beredar di kolom komentar video viral. "Jika ada program bansos, pasti akan diumumkan melalui konferensi pers resmi dan portal berita pemerintah, bukan melalui video mendadak di TikTok," tambah pernyataan tersebut.

Waspada Deepfake: Mata dan Telinga Bisa Tertipu

Fenomena deepfake AI ini menjadi ancaman serius di era digital. Teknologi ini memungkinkan pembuat konten untuk meniru ekspresi wajah, gerak bibir, hingga intonasi suara seseorang dengan sangat presisi. Untuk membedakannya, perhatikan gerakan mata yang tidak natural atau pencahayaan yang anomali di sekitar wajah tokoh dalam video. Jika ragu, jangan sebarkan.

Polisi siber dari Polda Jawa Tengah juga telah bergerak melakukan patroli siber untuk melacak akun penyebar pertama video hoaks ini. Masyarakat yang menemukan tautan mencurigakan diminta melaporkan ke akun resmi @kemenkominfo atau melalui patrolisiber.id. Jangan sampai niat membantu sesama malah menjebak keluarga dan tetangga ke dalam jeratan penipuan digital.

Reporter: Usman Harun
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top