SEMARANG — Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu dekat Jembatan Sukarela, Kelurahan Sukarela, Kecamatan Semarang Timur. Seorang perempuan yang diketahui bernama Sari (45) tewas di lokasi setelah tertabrak kereta api jurusan Semarang–Surabaya.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban sempat duduk di dalam pos jaga palang pintu yang tidak berfungsi. Tak lama kemudian, ia berdiri dan berjalan ke arah rel tepat saat kereta melaju dari arah barat. Masinis disebut sudah membunyikan klakson panjang, namun korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Perlintasan di dekat Jembatan Sukarela selama ini dikenal tanpa palang pintu aktif. Pos jaga yang ada sudah lama tidak dioperasikan oleh petugas PT KAI. Warga setempat mengaku sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke kelurahan, namun belum ada perbaikan permanen.
“Setiap hari banyak pejalan kaki dan pemotor lewat sini. Kalau tidak waspada, ya celaka. Ini sudah kali ketiga ada korban jiwa dalam dua tahun terakhir,” ujar Rudi, salah satu saksi yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Beberapa saksi mata menyebut korban tiba di perlintasan sekitar pukul 06.15 WIB. Ia kemudian duduk di dalam pos jaga yang kosong selama beberapa menit. Tidak ada aktivitas mencurigakan sebelum korban tiba-tiba berjalan ke tengah rel.
“Dia duduk tenang. Saya kira dia kenal dengan petugas jaga. Tapi setelah kereta terdengar dari jauh, dia malah berjalan ke rel. Kami sudah teriak, tapi tidak digubris,” kata Wati, pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT KAI Daop 4 Semarang masih melakukan investigasi internal. Polsek Semarang Timur juga telah mengamankan rekaman CCTV dari salah satu rumah warga yang merebak kejadian tersebut.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisna, menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Ia menegaskan bahwa perlintasan tanpa palang pintu bukanlah jalur resmi penyeberangan.
“Kami terus mengingatkan agar warga hanya melintas di perlintasan resmi yang dijaga petugas. Perlintasan liar sangat berbahaya dan sudah banyak menimbulkan korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Jenazah korban telah dibawa ke RSUD dr. Kariadi Semarang untuk proses visum. Pihak keluarga korban belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.